Teleskop Antariksa Hubble

Hampir segera setelah Teleskop Antariksa Hubble diluncurkan pada 1990, para ilmuwan Hubble melihat gambar buram (kiri), yang kemudian dikoreksi (kanan) dengan instrumen-instrumen baru oleh para astronot tiga tahun kemudian. (NASA)

Di antara penemuan besarnya adalah pemahaman yang lebih dalam mengenai evolusi dan alam semesta dan penangkapan gambar galaksi-galaksi yang mungkin telah terbentuk kurang dari satu milyar tahun setelah Ledakan Besar (Big Bang), 15 Januari 1996. (NASA)

Gambar pengamatan kelahiran bintang di Great Orion Nebula, yang terletak 6.500 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan sisa bintang yang memulai hidupnya dengan massa sekitar 10 kali massa matahari kita.  (NASA)

Gambar pengamatan kelahiran bintang di Great Orion Nebula, yang terletak 6.500 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan sisa bintang yang memulai hidupnya dengan massa sekitar 10 kali massa matahari kita.  (NASA)

Dua galaksi spiral yang hampir bertabrakan ini diambil oleh Teleskop Antariksa Hubble dan kamera planet lebar pada 4 November 1999. (NASA)

Filamen-filamen halus yang berpijar ini sebenarnya lembaran puing-puing dari ledakan besar. (NASA)

Teleskop Antariksa Hubble mengambil foto Mars tampak dekat ketika berjarak hanya 88 juta kilometer. Gambar ini digabungkan dari serangkaian gambar yang diambil dalam lebih dari 36 jam. (NASA)

Teleskop Antariksa Hubble milik NASA telah melatih matanya yang setajam silet atas salah satu galaksi yang paling megah dan paling fotogenik, galaksi Sombrero. (NASA)

Dua galaksi spiral mulai berinteraksi beberapa ratus juta tahun lalu, membuat galaksi-galaksi Antennae salah satu yang terdekat dan terbaru dari contoh sepasang galaksi yang bertabrakan. (NASA)

Warna biru dan magenta yang terang mengungkapkan sebuah galaksi yang bersinar karena pembentukan bintang. Galaksi itu, dikenal sebagai Southern Pinwheel, berjarak 15 juta dari konstelasi Hydra. (NASA)

Struktur-struktur seperti pilar yang gelap ini sebenarnya adalah gumpalan-gumpalan gas hidrogen dan debu antarbintang yang juga merupakan inkubator-inkubator bintang baru. (NASA)

Teleskop Antariksa James Webb dengan cermin lima kali lebih besar dari Hubble akan melihat ke dalam infrared. (NASA/JWST)