Tanah Longsor dan Banjir di Sri Lanka, Sedikitnya 92 Tewas

Pasukan Sri Lanka melakukan operasi penyelamatan di lokasi bencana tanah longsor di desa Kalupahanawatte, Bulathkohupitiya (18/5).

Pusat Penanggulangan Bencana mengatakan sejauh ini baru delapan mayat yang ditemukan, sementara 109 lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban tewas akibat tanah longsor dan banjir di Sri Lanka dalam badai dahsyat sepekan penuh ini bertambah menjadi 92 orang.

Tentara masih mencari para korban di tiga desa yang tertimbun tanah longsor. Pusat Penanggulangan Bencana mengatakan sejauh ini baru delapan mayat yang ditemukan, sementara 109 lainnya masih dinyatakan hilang.

Mayjen Sudatha Ranasinghe – yang mengkoordinir upaya pencarian di distrik Kegalle yang dilanda tanah longsor – mengatakan ia berharap bisa meningkatkan operasi pencarian setelah cuaca memungkinkan.

Hari Minggu (22/5) hujan telah berhenti di banyak lokasi di negara pulau itu dan banjir mulai surut dari jalan-jalan di ibukota Kolombo.

Lebih dari 185 ribu orang mengungsi ke sekolah-sekolah dan tempat-tempat ibadah yang lebih aman. [em/ii]