Taliban Serbu Penjara, Bebaskan Ratusan Tahanan

Pasukan keamanan menjaga komplek penjara di Ghazni, Afghanistan setelah serangan oleh para militan Taliban, Senin (14/9).

Sejumlah pemberontak Taliban menyerbu sebuah penjara di Afghanistan timur, dan melepaskan ratusan tahanan hari Senin (14/9).

Wakil Gubernur provinsi Ghazni timur, Mohammad Ali Ahmadi, mengatakan, serangan yang terorganisir dengan baik itu dimulai dengan pemboman mobil bunuh diri yang memungkinkan para pemberontak memasuki penjara.

Para pejabat Afghanistan mengatakan, ada 436 tahanan di kompleks penjara itu, di mana 355 di antara mereka berhasil melarikan diri dalam penyerbuan itu. Pemerintah mengatakan, 148 tahanan yang kabur merupakan ancaman terhadap keamanan nasional.

Sebuah pernyataan kementerian dalam negeri di Kabul mengatakan, tujuh penjaga keamanan tewas dan tujuh lainnya terluka. Pernyataan itu juga mengatakan, lima pemberontak tewas.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim lewat surat elektronik ke wartawan, jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengklaim kelompok itu bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Taliban menuduh penjara itu dioperasikan dinas intelijen Afghanistan dan para tahanan termasuk para pejuang Taliban diperlakukan sangat semena-mena.

Mujahid mengatakan, tim pembom bunuh diri beranggotakan 10 orang itu dikirim untuk membebaskan penjara itu, dan tiga di antara mereka tewas sementara lainnya pulang dengan selamat. Katanya, hingga 400 tahanan dilepaskan.