Taliban Minta AS Pertimbangkan Kembali Rencana Pelepasan Dana Cadangan Afghanistan

Seorang anggota pasukan Taliban berjaga di luar sebuah bank di Kabul, Afghanistan, pada 13 Februari 2022. (Foto:AP/Hussein Malla)

Taliban sebagai otoritas de facto di Afghanistan meminta Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali rencana mentransfer miliaran aset keuangan Afghanistan ke bank Swiss dan mencairkannya di luar bank sentral Afghanistan.

Dana yang dikeluarkan itu akan digunakan untuk memulihkan perekonomian Afghanistan yang goyah dan mengurangi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di negara itu, namun Taliban tidak akan berperan dalam proses pencairan tersebut.

BACA JUGA: Rusia Bela Taliban dalam Isu Hak Pendidikan bagi Anak Perempuan

“Dana Afghanistan akan melindungi, melestarikan, dan pencairan dana sebesar $3,5 miliar itu ditargetkan untuk menstabilkan kondisi ekonomi negara tersebut. Taliban bukan bagian dari Dana Afghanistan, dan pengamanan yang kuat dilakukan untuk mencegah dana tersebut digunakan untuk kegiatan terlarang,”kata Departemen Keuangan dan Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan bersama pada Selasa (13/9).

AS membekukan danan sebesar $7 miliar yang merupakan cadangan keuangan Afghanistan di New York, segera setelah Taliban merebut kekuasaan pada tahun lalu. Sekitar $2 miliar dana tambahan Afghanistan disimpan di beberapa negara lain.

BACA JUGA: Cek Fakta: Kebohongan Taliban Tentang Laporan Hak Asasi Perempuan PBB

Pada Februari, Presiden Joe Biden mengizinkan uang itu dilepaskan setengah dari cadangan yang dibekukan dan sisanya diberikan untuk korban peristiwa 11 September untuk diproses melalui pengadilan yang sedang berlangsung.

Taliban telah lama menuntut AS untuk melepaskan dana tersebut, dengan alasan uang itu milik Afghanistan. [ps/rs]