Taliban: Akhiri Perang di Afghanistan Perlu Tindakan Bukan Janji

Pejuang Taliban di distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan. (Foto: dok).

Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraannya, Selasa malam (4/2), mendukung pembicaraan perdamaian dengan Taliban di Afghanistan, dengan mengatakan pemerintahnya sedang berusaha mengakhiri perang Amerika terlama agar bisa membawa pulang pasukan yang selama ini ditempatkan di sana.

Kelompok pemberontak di Afghanistan itu dengan segera menanggapi pidato itu dengan mengatakan bahwa hanya langkah-langkah praktis, dan bukan janji, dari pemimpin Amerika itu yang akan membantu mengakhiri konflik yang telah bertahan selama 18 tahun itu.

Dalam pidatonya di hadapan para legislator AS, Trump memuji pasukan AS yang dikerahkan di Afghanistan karena telah mencapai kemajuan besar dan mengatakan bahwa pembicaraan perdamaian saat ini sedang dilangsungkan, merujuk pada perundingan berbulan-bulan AS-Taliban yang ditengahi Qatar.

Ketika ditanya bagaimana tanggapan kelompoknya terhadap pernyataan Trump itu, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada VOA, perang di Afghanistan tidak mendapat perhatian serius karena tidak menyangkut kepentingan semua pihak.

"Kami ingin Amerika menghentikan perang ini sehingga mengakhiri pendudukannya di Afghanistan. Biarlah rakyat Afghanistan menentukan masa depan mereka sendiri,” kata Mujahid. "Perlu diketahui bahwa tindakan akan lebih berarti ketimbang retorika dan janji.” [ab/uh]