Sydney ‘Lockdown’ Karena Lonjakan Kasus COVID

Para pejalan kaki mengenakan masker saat menyeberang jalan di kawasan pusat bisnis Sydney, 25 Juni 2021. (Foto: SAEED KHAN / AFP)

Pekerja dan penduduk Sydney diperintahkan tetap tinggal di rumah selama sepekan pada hari Jumat (25/6), sementara pihak berwenang melakukan lockdown di beberapa daerah di kawasan tengah di kota terbesar di Australia itu, guna membendung perebakan wabah virus COVID-19 varian Delta yang sangat menular.

Enam puluh lima kasus COVID-19 telah dilaporkan sejauh ini dalam perebakan yang dikaitkan dengan seorang supir limusin yang terinfeksi sekitar dua pekan silam, sewaktu ia membawa seorang awak penerbangan internasional dari bandara Sydney ke hotel tempat karantina.

Tetapi pihak berwenang setelah itu mengidentifikasi beberapa tempat infeksi potensial yang dikunjungi ribuan orang di berbagai penjuru Sydney Tengah, termasuk distrik bisnis utama kota itu.

Pihak berwenang telah khawatir oleh kejadian-kejadian di mana orang menularkan virus itu dalam pertemuan singkat di toko-toko dan kemudian dalam waktu cepat menginfeksi keluarga dekat mereka.

Seorang pria mengenakan masker saat berjalan di sepanjang jalan George di kawasan pusat bisnis Sydney, 25 Juni 2021, di tengah merebaknya varian Delta COVID-19 di negara tersebut. (AFP).

PM negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian menyebutnya sebagai “periode paling menakutkan” sejak pandemi merebak lebih dari setahun silam.

Hari Jumat, ia memerintahkan siapapun yang tinggal atau bekerja di empat kawasan di Sydney Tengah agar tinggal di rumah selama sedikitnya satu pekan, dan hanya keluar rumah untuk membeli kebutuhan esensial, mendapatkan layanan kesehatan, berolahraga atau jika mereka tidak dapat bekerja dari rumah.

Pembatasan itu mencakup para pekerja di distrik bisnis sentral karena khawatir para komuter berpotensi menyebarkan virus ke beberapa bagian kota itu, kata Berejiklian.

BACA JUGA: Terkait Pandemi, Australia Perketat Pembatasan di Sydney

“Kita telah berbuat lebih baik daripada perkiraan dalam hal melacak kontak dan menemukan semua kaitan itu,” ujarnya. “Tetapi ini dilakukan untuk memastikan kita tidak melewatkan satupun rantai penularan di komunitas.”

Sebuah larangan sebelumnya terhadap warga Sydney keluar kota di negara bagian New South Wales itu juga diperpanjang hingga Jumat, sementara jejak-jejak virus terlacak di dalam limbah di kota Bourke, sekitar sembilan jam berkendara di arah barat laut Sydney.

Ini merupakan perkembangan dramatis di kota yang telah kembali ke situasi relatif normal setelah berbulan-bulan mencatat sedikit sekali kasus lokal.

Australia termasuk di antara negara yang paling sukses di dunia dalam membendung COVID-19, dengan hanya sedikit di atas 30 ribu kasus dan 910 kematian tercatat di antara sekitar 25 juta populasinya. [uh/ka]