Suu Kyi Desak India Dukung Demokrasi di Burma

Aung San Suu Kyi (kiri) berbicara dengan PM Manmohan Singh dalam kunjungannya di New Delhi, India hari Rabu (14/11).

Dalam kunjungannya ke New Delhi, pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi mengimbau India agar membantu Burma mencapai demokrasi.
Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi berkomentar demikian hari Rabu dalam kunjungan ke New Delhi dengan tujuan memulihkan hubungan antara oposisi Burma dan India.

Dalam ceramah memperingati mendiang mantan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Aung San Suu Kyi mengatakan Burma masih berusaha mencapai demokrasi dan bahwa "kami berharap dalam fase terakhir dan paling sulit ini, rakyat India akan membantu kami."

Sebelumnya hari itu, pemimpin oposisi itu bertemu Perdana Menteri India Manmohan Singh, yang mengundang Suu Kyi ke New Delhi sewaktu berkunjung ke Burma, Mei tahun ini.

India tadinya adalah salah satu pendukung terkuat Aung San Suu Kyi dalam perjuangannya melawan junta militer Burma. Tetapi pada pertengahan tahun 1990, India berubah haluan dan mulai berdialog dengan mantan penguasa militer yang menindas negara itu.

Dalam mengemukakan periode itu dalam kata sambutannya, Aung San Suu Kyi mengatakan, "Saya sedih melihat bahwa kita telah menjauh dari India, atau lebih tepatnya, India menjauh dari kita semasa hari-hari sangat sulit itu, tetapi saya selalu percaya pada persahabatan abadi antara kedua negara kita berdasarkan persahabatan abadi antara kedua bangsa kita. "