Suasana Salat Idulfitri di Jakarta dan Washington DC 

  • Karlina Amkas

Foto udara menunjukkan umat Muslim mengikuti salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan, di Jakarta, hari Senin 2 Mei 2022. (Foto: Antara via Reuters)

Di Jakarta maupun di Washington, DC dan sekitarnya warga muslim Indonesia merayakan Idul Fitri dengan salat Id bersama. Ini pertama kali salat bisa dilaksanakan tanpa pembatasan setelah dua tahun dunia dilanda pandemi COVID-19.

Rekaman drone menunjukkan massa besar orang berdiri bahu membahu di luar Stadion Internasional Jakarta yang baru dibangun, untuk salat Id. Pemadangan serupa tampak di IMAAM Center, masjid komunitas Indonesia di kawasan Washington, DC. Ini pertama kali salat Id dilaksanakan tanpa berjarak, dua tahun sejak pandemi virus corona melanda.

Seusai salat, Mahfudin Jafar di Jakarta mengatakan, “Kami merasa bersyukur bahwa Tuhan telah memberi kami kesempatan untuk menjalani hidup kami seperti biasa. Kami tidak dapat berkumpul dan mengadakan salat berjamaah dalam dua tahun terakhir. Tapi sekarang kami bisa berkumpul dan bahkan menggunakan Stadion Internasional Jakarta yang baru ini untuk salat Idulfitri kami.”

BACA JUGA: Umat Islam di Tanah Air Rayakan Idulfitri dengan Penuh Suka Cita

Dalam dua tahun ini, Indonesia bergulat dengan penularan virus corona dan menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus yang tertinggi di Asia. Tetapi dalam beberapa bulan ini, Indonesia telah melonggarkan banyak pembatasan, bahkan kembali mengadakan cuti bersama. Warga menyambut baik langkah-langkah itu karena memungkinkan mereka mudik.

Pemerintah Montgomery County, negara bagian Maryland, di mana IMAAM Center berada, juga melonggarkan pembatasan sehingga memungkinkan pelaksanaan salat tarawih dan Id. Ini kedua kali salat Id dilakukan di IMAAM Center. Keterbatasan kapasitas disiasati dengan menggelar tiga kali salat.

Your browser doesn’t support HTML5

Salat Id 2022 di Amerika Mulai Kembali Normal

Presiden IMAAM Center Arif Mustofa menjelaskan, “Kalau ingin di luar lokasi masjid, harus cari fasilitas yang bisa menampung sampai 2.000 orang. Yang memungkinkan, itu hanya di sini. Tujuan kita memberikan servis kepada semua muslim di mana keberadaan lokasinya di IMAAM Center. Jadi, tetap prioritas kita harus memberikan servis itu.”

Arif menambahkan, pelaksanaan salat Id menjadi titik kulminasi kegiatan sukarelawan yang bekerja sejak awal Ramadan, hampir 24 jam sehari.

Novandi baru beberapa hari tiba dari Jakarta. Ini pertama kali ia berlebaran di Amerika dan mengikuti salat Id di IMAAM Center.

“Rame banget. Yang di shaf laki-laki saja sampai keluar-keluar. Tidak menyangka Aku kira kan di sini muslim minoritas, jadi (jumlah mereka) sedikit gitu ya. ternyata banyak banget. Bukan hanya di IMAAM Center tetapi juga di (Masjid) Al-Huda. Penuh banget. Trus juga tidak sedikit orang Indonesia. Banyak juga ternyata. Jadi, aku bisa bisa ngomong bahasa Indonesia.”

Your browser doesn’t support HTML5

Muslim Indonesia salat Id di Jakarta dan Washington, DC

Novandi mengatakan ia tidak menyangka mengalami suasana khas lebaran di Indonesia, padahal sedang jauh dari tanah air. “Dari mulai makanannya, makanan khas Indonesia, kan banyak banget tuh tadi. Ada gulai, rendang ya.”

DR. Husein Afifi, cendekiawan muslim yang menjadi imam dan khatib salat Id di IMAAM Center mengingatkan jemaah agar mempertahankan tingginya iman yang terbangun semasa Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. [ka/ab]