Situs Dalai Lama Bahayakan Komputer Pengunjung

Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama membuka kalung bunga hadiah ulang tahunnya yang ke-78 di biara Buddha TIbet di Bylakuppe, sekitar 220 kilometer dari Bangalore, India, Juli 2013.

Peneliti Kaspersky Lab memperingatkan bahwa laman itu terganggu perangkat lunak berbahaya yang dapat digunakan untuk memata-matai pengunjung.
Sebuah perusahaan keamanan komputer ternama memperingatkan bahwa laman Dalai Lama yang berbahasa Mandarin telah diganggu perangkat lunak berbahaya yang menjangkiti komputer para pengunjung dengan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memata-matai pengunjung.

Peneliti Kaspersky Lab Kurt Baumgartner mengatakan bahwa ia menyarankan para penjelajah Internet untuk menjauhi situs berbahasa Mandarin tersebut sampai perusahaannya memperbaiki gangguan tersebut.

Ia mengatakan bahwa ia yakin kelompok di belakang kampanye tersebut juga ada di belakang pelanggaran-pelanggaran yang tidak dilaporkan maupun serangan-serangan terhadap laman-laman para kelompok yang fokus pada hak asasi manusia di Asia.

Para pejabat di Kantor Tibet di New York, yang merupakan perwakilan resmi Dalai Lama di Amerika Serikat, tidak dapat dimintai komentar.

Baumgartner mengatakan situs berbahasa Mandarin dari Pemerintahan Tibet Pusat, yang merupakan lembaga resmi pemerintahan Dalai Lama di pengasingan, telah menghadapi serangan terus menerus dari sekelompok peretas sejak 2011, meski pelanggaran-pelanggaran telah diidentifikasi dan diperbaiki sebelum menarik perhatian publik.

Ia mengatakan laman berbahasa Inggris dan Tibet aman untuk dikunjungi.

Ia mengatakan yakin bahwa kelompok penyerang yang sama telah berulangkali menjangkiti situs tersebut dengan perangkat lunak berbahaya yang secara otomatis menularkan virus-virus ke dalam komputer yang memakai sistem operasi Windows dari Microsoft Corp dan Apple Inc. Virus-virus ini menjangkiti mesin-mesin dengan mengeksploitasi gangguan-gangguan keamanan dalam perangkat lunak Java dari Oracle Corp.

Hal itu memberi mereka "jalan belakang" ke dalam komputer-komputer tersebut, mengunduh berkas-berkas secara acak dan mematikannya dalam sistem.

Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet berusia 78 tahun, melarikan diri dari China ke India pada 1959 setelah perlawanan melawan kekuasaan China gagal.

Pemerintah China menganggap biksu dan penulis yang berkeliling dunia itu sebagai separatis yang penuh kekerasan dan media pemerintah China secara rutin menjelek-jelekkannya. Dalai Lama mengatakan ia semata-mata mencari otonomi yang lebih besar bagi negara kelahiran di atas Himalaya tersebut. (Reuters)