Menlu Perancis: Situasi 'Tak Pernah Sebaik Ini' bagi Kesepakatan Iklim

Para aktivis lingkungan menunjukkan keinginan mereka bagi tercapainya kesepakatan iklim dengan membentangkan kain warna merah di Le Bourget, hari Jumat (11/12).

Menlu Perancis Laurent Fabius mengatakan situasi “mungkin tidak pernah sebaik sekarang” bagi perjanjian perubahan iklim global.

“Semua persyaratan tersedia bagi kita untuk mencapai perjanjian universal dan ambisius” kata Menlu Perancis Laurent Fabius hari Jumat (11/12) di Paris.

“Kini tanggung jawab para menteri untuk membuat pilihan mereka esok,” tambahnya.

Fabius mengatakan perundingan itu telah diperpanjang sekurangnya satu hari lagi sampai Sabtu.

Menteri-menteri dan para wakil dari 195 negara di Paris berusaha untuk bersama-sama menyelesaikan kesepakatan untuk memangkas emisi gas rumah kaca, yang menurut sebagian besar ilmuwan ikut menyebabkan pemanasan bumi sampai pada titik membahayakan kehidupan di Bumi.

Ketidak sepakatan yang paling besar adalah mengenai seberapa besar tanggung jawab keuangan yang harus ditanggung negara-negara miskin untuk biaya pemangkasan emisi itu dan apa sebaiknya yang dicantumkan sebagai tujuan jangka panjang perjanjian itu.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menggambarkan perundingan itu “sangat sulit” sementara ia mendesak para delegasi untuk mengesampingkan keprihatinan nasional demi kebaikan bumi.

Ini bukan saatnya berbicara mengenai sudut pandang nasional. Penyelesaian global yang baik akan membantu penyelesaian setempat yang baik”.

Namun, seorang wakil China mengatakan kesepakatan itu harus punya aturan yang berbeda untuk negara yang berbeda dengan mengatakan “cukup beralasan” jika ada tuntutan sebagian penduduk ingin mempertahankan gaya hidup tertentu.

Para aktivis perubahan lingkungan menunjukkan keinginan mereka bagi tercapainya kesepakatan hari Jumat. Mereka menuangkan cat berwarna kuning di jalan di sekitar Arc de Triomphe dan membentangkan kain berwarna merah di luar bandara Le Bourget, aksi yang menurut mereka adalah simbol bagi pentingnya pencapaian kompromi.

Sebagian besar perundingan hari Jumat diadakan secara tertutup dan informasi sangat minim. Tapi Brazil mengumumkan bergabung dengan apa yang dikatakan koalisi ambisi besar- kelompok yang terdiri dari 100 negara yang secara resmi mendorong kesepakatan akhir yang menyeluruh.

KTT Iklim dunia sebelumnya mencanangkan tujuan untuk mempertahankan kenaikan suhu global abad ini menjadi 2 derajat Celcius di atas tingkat sebelum era industri dimulai. Namun riset baru telah menunjukkan bahwa target yang lebih rendah seperti membatasi kenaikan suhu itu menjadi 1,5 derajat Celsius akan lebih baik. [my/jm]