Serangan Bom Bunuh Diri Tewaskan 4 Orang di Yaman Selatan

Pejuang Houthi mengangkat peti jenazah seorang rekannya yang terbunuh dalam pertempuran di Sana'a, ibukota Yaman (11/4).

Houthi merebut ibukota Yaman, Sana’a pada September 2014, tetapi konflik berkobar menjadi pertempuran regional pada Maret tahun lalu sewaktu pemberontak memasuki Aden dan memaksa Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi.

Serangan bom bunuh diri menewaskan sedikitnya empat orang hari Selasa (12/4) di Aden, kota pelabuhan di Yaman Selatan, sementara gencatan senjata antara pasukan propemerintah dan pemberontak Houthi memasuki hari ke-dua, dengan sejumlah laporan mengenai pertempuran.

Penyerang meledakkan bom di tengah-tengah sekelompok calon tentara di kota itu yang menjadi pusat pemerintahan sejak pemerintah menyingkirkan Houthi dengan bantuan koalisi yang dipimpin Saudi. Tetapi instabilitas di Yaman juga membuat militan al-Qaida berupaya merebut beberapa bagian kota Aden.

PBB mensponsori pembicaraan perdamaian pekan depan antara pemerintah dan Houthi, dan mendesak kedua pihak agar memastikan gencatan senjata bertahan guna menciptakan situasi yang mendukung bagi perundingan.

Houthi merebut ibukota Yaman, Sana’a pada September 2014, tetapi konflik berkobar menjadi pertempuran regional pada Maret tahun lalu sewaktu pemberontak memasuki Aden dan memaksa Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi.

Saudi menanggapinya dengan membentuk koalisi militer untuk melancarkan serangan-serangan udara guna mendukung Hadi dan kemudian memperluas serangan itu dengan melibatkan pasukan darat.

Seorang juru bicara PBB Senin mengatakan ada “kantong-kantong kekerasan” setelah gencatan senjata diberlakukan. Sebagian pertempuran yang dilaporkan itu berlangsung di kota Taiz.

Lebih dari 6.200 orang tewas dalam konflik Yaman, dan PBB menyatakan lebih dari 80 persen warga sipil sangat membutuhkan bantuan makanan dan medis..

Dengan berlangsungnya gencatan senjata, PBB kini melancarkan kampanye vaksinasi polio selama tiga hari di Yaman yang dimulai Senin lalu, dengan target mencapai 5 juta anak-anak. [uh/lt]