Serangan Udara Saudi Tewaskan 44 Orang di Ibukota Yaman

Pemberontak Houthi memakamkan rekan mereka yang tewas akibat serangan udara Saudi di Sana'a, Yaman hari Minggu (7/6).

Serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi di ibukota Yaman, Sana'a, menewaskan sedikitnya 44 orang hari Minggu (7/6).

Serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi di ibukota Yaman hari Minggu (7/6) menewaskan sedikitnya 44 orang, termasuk para warga sipil, sepekan sebelum dimulainya perundingan damai yang telah dijadwalkan antara faksi-faksi politik yang berselisih.

Pemboman itu menargetkan markas angkatan bersenjata Yaman di Sana’a, kubu pertahanan yang dikuasai pemberontak Houthi.

Arab Saudi meluncurkan upaya serangan udara terhadap militan Houthi pada akhir bulan Maret setelah kelompok itu mengusir Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi dari ibukota, dan pergi ke tempat pengasingan di Riyadh.

PBB hari Sabtu mengumumkan perundingan multilateral akan dimulai di Jenewa tanggal 14 Juni. Pemberontak Houthi menguasai Sana'a dalam upaya berbulan-bulan yang dimulai September.

Sejak itu, ketidakstabilan politik dan bentrokan antara faksi pro-pemerintah dan pro-pemberontak, ditambah serangan udara pimpinan Saudi telah menjerumuskan negara itu ke dalam krisis kemanusiaan yang parah di mana ribuan orang tewas.

Upaya perundingan perdamaian dan gencatan senjata yang dimediasikan oleh PBB telah berulang kali gagal sejak awal kekerasan itu, yang dimulai dengan perselisihan politik internal dan meningkat menjadi konflik regional.