Serangan Roket di Suriah Tewaskan 10

  • Associated Press

Peta wilayah Suria yang menampilkan letak kota Afrin, Aleppo, Idlib, Latakia, Damascus, dan Pangkalan Udara Militer Suriah, Hmeimim.

Sebuah serangan roket militan di Suriah Timur, Jumat (30/12), yang menarget sebuah bus yang mengangkut karyawan industri minyak, menewaskan sedikitnya 10 orang, kata pemerintah. Sementara itu, di Suriah Utara, pasukan pimpinan Kurdi Suriah mengumumkan mereka menangkap 52 militan dalam operasi melawan sel-sel tidur kelompok ISIS.

Menurut kementerian perminyakan Suriah, roket itu menghantam ladang gas Al-Taym di Deir el-Zour, provinsi di bagian timur. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab langsung atas serangan itu, tetapi Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris, sebuah kelompok pemantau perang, mengatakan ISIS berada di balik serangan itu.

Observatorium juga melaporkan jumlah korban yang lebih tinggi akibat serangan roket tersebut, dengan mengatakan setidaknya 12 pekerja tewas.

Juga pada hari Jumat (30/12), Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS dan dipimpin Kurdi, dilaporkan telah menggagalkan serangan yang direncanakan untuk Malam Tahun Baru. Mereka berhasil melumpuhkan sejumlah militan ISIS yang bersembunyi di daerah permukiman dan pertanian yang merencanakan serangan itu, kata pernyataan dari pasukan tersebut.

BACA JUGA:

Pasukan AS Tewaskan 2 'Pejabat' ISIS dalam Serangan di Suriah

Kampanye yang didukung AS selama bertahun-tahun telah berhasil menghancurkan kendali teritorial ISIS di Irak dan Suriah, tetapi kelompok-kelompok kecil mereka telah melakukan serangan yang telah menewaskan puluhan warga Irak dan Suriah dalam beberapa bulan terakhir.

Pada hari Kamis, pasukan pimpinan Kurdi Suriah mengumumkan operasi mereka untuk mengatasi lonjakan serangan ISIS. Mereka mengatakan bahwa "Operasi Al-Jazeera Thunderbolt" bertujuan untuk menarget sel-sel tidur kelompok itu di al-Hol dan Tal Hamis.

Sejak 2011, Suriah terperosok dalam perang saudara yang melibatkan berbagai kekuatan regional dan global. Presiden Suriah Bashar Assad telah merebut kembali sebagian besar wilayah negara itu, tetapi sebagian wilayah utaranya tetap berada di bawah kendali pemberontak dan pasukan Kurdi Suriah.

Komando Pusat AS pada hari Kamis melaporkan telah melakukan 313 operasi melawan ISIS pada tahun 2022 di Suriah dan Irak. Operasi-operasi itu sebagian besar dilancarkan dengan bekerja sama dengan pasukan pimpinan Kurdi. Menurut pernyataan Komando Pusat AS, 215 militan ISIS berhasil ditangkap sementara 466 lainnya tewas di Suriah. [ab/uh]