Sepakbola Internasional Kembali ke Afghanistan

  • Ayaz Gul

Penjaga gawang Pakistan Saqib Hanif (kiri) melompat untuk menyelamatkan gawang dalam pertandingan persahabatan dengan Afghanistan di Kabul (20/8).

Para pejabat di Islamabad dan Kabul berharap hubungan olahraga dapat meningkatkan upaya untuk menurunkan ketegangan politik bilateral.
Tim sepakbola nasional Afghanistan mengalahkan tim negara tetangga Pakistan (20/8) dalam pertandingan internasional pertama yang diselenggarakan negara yang hancur karena perang itu di Kabul dalam 10 tahun terakhir.

Permainan tersebut disiarkan secara langsung di Pakistan, dan para pejabat di kedua belah pihak berharap hubungan olahraga yang meningkat akan mendorong upaya mengurangi ketegangan politik bilateral.

Pertandingan persahabatan (20/8) di stadion yang baru dibangun di Kabul itu merupakan pertemuan pertama antara tim nasional kedua negara setelah 36 tahun. Peristiwa itu juga menandai kembalinya sepakbola internasional ke negara yang dilanda perang itu sejak 2003, ketika tim Afghan memenangkan pertandingan melawan tim tamu Turkmenistan 1-0.

Isu keselamatan telah mencegah tim-tim asing mengunjungi Afghanistan, dan penjagaan keamanan terlihat ketat pada pertandingan Selasa itu, yang dimainkan di depan 6.000 penonton yang memenuhi kapasitas maksimum stadion, termasuk sejumlah penonton perempuan.

Afghanistan ada di peringkat 139 Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) dan Pakistan lebih rendah lagi posisinya pada 167 (Indonesia pada 169). Perbedaannya nyata di lapangan dengan tim tuan rumah mendominasi sejak awal. Barisan pertahanan Afghan tidak mengizinkan satu gol pun dan secara rutin menyerang gawang Pakistan.

Para pejabat dari kedua pihak mengatakan bahwa meski masih ada ketegangan politik, pertandingan sepakbola tersebut merupakan indikasi kuat mengenai perbaikan ikatan kultural dan olahraga.

Duta Besar Afghanistan untuk Pakistan, Mohammad Umer Daudzai mengatakan kedua negara perlu meningkatkan hubungan-hubungan ini, sekaligus memperkuat upaya-upaya anti-militansi pada kedua belah pihak di perbatasan.

"Tim kriket kami lahir di kamp-kamp pengungsi di Pakistan dan dilatih sebagian besar oleh tim Pakistan. Mereka sekarang tim internasional dan barangkali juga akan mengalahkan Pakistan," ujar Daudzai.

"Ini adalah interaksi-interaksi beradab, bukan seperti interaksi militan, pengebom bunuh diri. Kita harus menghapus itu semua. Kita harus menggantikan interaks tak beradab."

Hubungan bilateral tetlah memburuk pada beberapa tahun terakhir antara Pakistan dan Afghanistan, dengan kedua belah pihak saling menuduh melindungi pemberontak di wilayah masing-masing.

Pertandingan sepakbola terjadi seiring rencana Presiden Afghanistan Hamid Karzai untuk mengunjungi Pakistan akhir bulan ini, yang diharapkan akan mengurangi ketegangan politik.