Selandia Baru Umumkan Pengetatan Sejumlah Restriksi Terkait Covid-19

Suasana santai di luar sebuah restoran di Christchurch, Selandia Baru, 8 Juni 2020. (Foto: dok).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Minggu melaporkan kenaikan 183 ribu kasus baru Covid-19 terkonfirmasi di seluruh dunia, suatu lonjakan terbesar dalam satu hari yang pernah tercatat sejak pandemi dimulai.

Para pejabat WHO telah menyatakan dalam beberapa pekan bahwa pusat wabah ini sekarang di kawasan Amerika. Pada hari Minggu tercatat kenaikan lebih dari 116 ribu kasus dalam satu hari di kawasan tersebut.

Brazil memimpin dengan penambahan hampir 55 ribu kasus baru, disusul oleh AS dengan lebih dari 36 ribu kasus, dan India dengan sekitar 15 ribu kasus baru.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (22/6) mengatakan ancaman terbesar bukanlah virus itu sendiri, melainkan “kurangnya solidaritas dan kepemimpinan global.”

BACA JUGA: WHO Laporkan Kenaikan Jumlah Kasus Covid Terbanyak dalam Satu Hari


“Kita tidak dapat mengalahkan pandemi ini dengan dunia yang terpecah belah,” ujarnya.

Covid-19 di AS

Lebih dari selusin negara bagian di AS mengalami peningkatan jumlah kasus. Dr. Tom Inglesby, direktur Center for Health Security di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, mengatakan dalam acara Fox News Sunday bahwa peningkatan ini disebabkan oleh kombinasi lebih banyak pengetesan yang dilakukan dan penularan yang nyata melonjak.

Presiden Donald Trump telah berulang kali mengatakan ia yakin jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi di AS, yang terbanyak di dunia dengan 2,2 juta kasus, adalah karena banyaknya pengetesan yang dilakukan.

“Pengetesan virus corona kita jauh lebih banyak (25 juta pengetesan) dan jauh lebih canggih, yang membuat kita dapat melihat ada lebih banyak kasus, secara proporsional khususnya, daripada di negara-negara lain,” cuitnya di Twitter pada Minggu malam.

Ini menyusul pernyataannya pada rapat umum politik hari Sabtu (20/6) di mana Trump mengatakan “Apabila kita melakukan pengetesan sebanyak itu, kita akan menemukan lebih banyak kasus. Jadi saya katakan kepada rakyat, ‘Perlambat pengetesan.’”

Gedung Putih kemudian menyatakan bahwa presiden hanya bergurau.

Para anggota gugus tugas virus corona Gedung Putih dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan Komite Energi dan Perdagangan DPR pada hari Selasa, dan Ketua DPR Nancy Pelosi mengemukakan, “Rakyat Amerika berhak mendapat jawaban mengenai mengapa Presiden Trump menginginkan pengetesan lebih sedikit sementara para pakar menyatakan perlu pengetesan yang jauh lebih banyak.”

“Upaya-upaya Presiden untuk memperlambat pengetesan yang sangat diperlukan untuk menyembunyikan kebenaran akan virus itu berarti lebih banyak warga Amerika yang akan kehilangan nyawa,” katanya dalam suatu pernyataan hari Minggu.

Covid di negara-negara lain

Sementara itu Selandia Baru, Senin (22/6) mengumumkan mengenai pengetatan sejumlah restriksi terkait virus corona sementara negara itu berusaha mengatasi peningkatan kasus, semua berasal dari orang yang datang dari luar negeri, setelah menyatakan bahwa Selandia Baru bebas dari virus corona aktif di negara itu.

Langkah-langkah itu mencakup perpanjangan larangan bagi kapal-kapal pesiar merapat di pelabuhan-pelabuhan Selandia Baru dan ketentuan lebih ketat yang harus dipenuhi sebelum mereka yang tiba dari luar negeri dapat meninggalkan tempat karantina.

Selandia Baru telah melaporkan sembilan kasus baru, termasuk tambahan dua penderita pada hari Senin (22/6), semuanya kini berada di fasilitas-fasilitas isolasi.

Suasana di Seoul, Korea Selatan, 11 Juni 2020. (Foto: dok).

Korea Selatan, yang menghadapi kenaikan kasus, terutama di daerah Seoul dalam beberapa pekan ini, melaporkan 17 kasus baru pada hari Senin, angka terkecil peningkatan kasus dalam kurun hampir sebulan ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika menyatakan bahwa di seantero benua itu, jumlah kasus terkonfirmasi telah melampaui angka 300 ribu. Afrika Selatan mencatat yang terbanyak dengan lebih dari 97 ribu penderita.

Di Pakistan, pihak berwenang mengizinkan sebagian perdagangan dengan negara tetangganya, Afghanistan, dimulai kembali hari Senin (22/6). Truk-truk yang mengangkut buah-buahan, sayur mayur dan barang lainnya dapat melintasi perbatasan Ghulam Khan.

Di Jepang ada kabar baik pada hari Senin bagi para penggemar olah raga. Pimpinan liga bisbol dan liga sepak bola profesional negara itu menyatakan bahwa mulai 10 Juni, pertandingan dapat digelar dengan kehadiran paling banyak 5.000 penonton. Penonton akan diwajibkan mengenakan masker dan menghindari berteriak-teriak. [uh/ab]