Sedikitnya 7 Orang Tewas di Somalia Setelah Serangan Al-Shabab

Petugas polis berjaga di Mogadishu, Somalia, pada 23 Maret 2022, dalam potongan gambar yang diambil dari video di media sosial. (Foto: Twitter/@Hajishire/via Reuters)

Setidaknya tujuh orang tewas dalam dua serangan yang terjadi di Somalia pada Rabu (23/3). Kelompok militan al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas keduanya, kata polisi di Somalia.

Sedikitnya enam orang tewas setelah dua pria bersenjata menyerang bandara internasional Mogadishu yang dijaga ketat. Korban termasuk seorang warga negara Somalia dan lima orang warga negara asing, demikian keterangan yang diberikan oleh polisi.

BACA JUGA: Dua Serangan Jelang Pemilu di Somalia Tewaskan 15, Lukai Puluhan

Dua pria bersenjata tewas oleh pasukan keamanan, menurut juru bicara polisi Mayor Abdifatah Aden Hassan. Ia mengatakan satu dari orang asing itu adalah tentara dalam misi penjaga perdamaian Uni Afrika (AMISOM). Ia menambahkan empat lainnya adalah pelatih yang membantu pemerintah Somalia dengan pelatihan penggunaan bahan peledak. Kelompok militan al-Shabab telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Hassan mengatakan kepada VOA bahwa dua pria menyerang gerbang Marinir di bandara pada Rabu (23/3) sore dan "dihadang" pasukan keamanan. Di bandara ini terletak markas AMISOM dan sebagian besar diplomat asing di Mogadishu.

Saksi mata dan pejabat keamanan mengatakan penembakan itu terjadi di sisi timur bandara, di mana terdapat banyak toko.

BACA JUGA: Al-Shabab Serang Kantor Polisi Mogadishu, Sedikitnya 5 Tewas

Seorang pejabat keamanan yang meminta namanya tidak disebut karena tidak diizinkan berbicara dengan media mengatakan kepada VOA bahwa militan menggunakan senjata ringan dan granat tangan. Dia mengatakan setidaknya tiga personel polisi terluka dalam serangan itu.

Al-Shabab mengatakan pejuangnya menembak beberapa orang dan membakar gedung-gedung. Seorang reporter VOA di Mogadishu melihat asap mengepul dari area konfrontasi di bandara. Al-Shabab telah menyerang bandara beberapa kali sejak 2009, menewaskan puluhan orang. [ka/lt]