Sebulan Berlalu, Di Mana Tubuh Khashoggi?

Lilin yang dinyalakan oleh para aktivis diletakkan di luar konsulat Saudi, dalam unjuk rasa atas pembunuhan terhadap wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul, tanggal 25 Oktober 2018 (foto: AP Photo/Lefteris Pitarkis)

Setelah berminggu-minggu mendengar rumor-rumor mengerikan, kepala jaksa Turki mengkonfirmasi bahwa jurnalis Jamal Khashoggi telah dicekik dan dimutilasi setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul 1 bulan yang lalu.

Namun, sejak Arab Saudi menghadapi berbagai kecaman atas pembunuhan mantan orang dalam yang kemudian menjadi kritikus kerajaan tersebut, lokasi tubuhnya masih menjadi misteri.

Dihancurkan

Setelah bersikeras bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat dengan baik-baik saja, lalu mengatakan dia tewas dalam perkelahian, rezim Saudi telah mengakui dia dibunuh oleh 'secara kasar' pada 2 Oktober.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tim yang terdiri dari 15 orang datang dari Riyadh untuk melakukan pembunuhan berencana.

Kantor Kejaksaan Turki menyatakan dalam sebuah pernyataan setelah tubuh Khashoggi dimutilasi, mereka menghancurkannya, namun dia tidak mengatakan bagaimana pada Rabu (31/10).

Tidak perlu dikubur

Setelah pernyataan tersebut dirilis, salah seorang pejabat Turki memberi tahu Washington Post, tempat dimana Khashoggi bekerja, bahwa pihak berwenang tengah menginvestigasi teori yang menyatakan bahwa tubuh Khashoggi dihancurkan dengan cairan asam, mungkin di konsulat Saudi atau di rumah petugas konsulat terdekat.

Pejabat tersebut dikutip dengan menyatakan terdapat bukti biologis yang ditemukan di taman konsulat yang mengindikasikan tubuh Khashoggi dibuang di tempat dekat lokasi pembunuhannya.

"Tubuh Khashoggi tidak perlu dikubur," ujar pejabat tersebut kepada sebuah suratkabar AS yang tidak ingin identitasnya diketahui.

Hutan dan Sumur

Upaya pencarian tubuh korban menarik banyak perhatian di media, namun hanya sedikit hasil yang dapat dilaporkan.

Polisi Turki awalnya memeriksa konsulat dan perumahan pegawai konsulat, lalu mencari bukti di sekitar hutan di Istanbul.

Mereka juga memeriksa mobil yang sudah ditinggalkan yang dimiliki oleh konsulat Saudi di parkiran bawah tanah di Istanbul.

Pihak berwenang Saudi menolak memberi izin kepada polisi Turki untuk mencari di sumur di taman konsulat, namun mereka memperbolehkan untuk mengambil sampel air untuk analisa, menurut media lokal.

Para investigator Turiki juga menggunakan tangan robotik untuk memeriksa saluran pembuangan disekitar konsulat.

Kami Tidak Tahu Keberadaan Tubunya

Arab Saudi dalam perannya tetap tidak bersuara mengenai keberadaan tubuh Khashoghi di tengah tuntutan komunitas internasional untuk mendapatkan sebuah jawaban.

Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan pada 21 Oktober terdapat "sebuah kesalahan besar" dan pelakunya akan dihukum – sejauh ini 18 tersangka sudah ditangkap di Riyadh.

"Kami tidak tahu keberadaan tubuhnya," katanya. [vp/ww]