Sebagian Muslim di Asia merayakan Iduladha atau Hari Raya Kurban pada Senin (17/6), dengan doa dan makanan bagi warga Gaza yang menderita dari perang Israel-Hamas.
Salah satu hari raya besar bagi Muslim ini, yang ditujukan untuk memperingati ujian kesetiaan Nabi Ibrahim dilakukan dengan menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada mereka yang berhak. Banyak negara di Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, India dan Bangladesh, menetapkan Iduladha pada Senin. Sementara itu. Muslim di bagian lain dunia, seperti Arab Saudi, Libya, Mesir dan Yaman memperingatinya pada Minggu.
Pada Senin, Muslim bahu-membahu bergabung dalam sholat berjamaah di Jakarta. Khatib dalam khutbahnya meminta umat untuk berdoa bagi Muslim di Gaza dan Rafah.
“Doa dan pikiran kami bersama dengan saudara kami yang saat ini menderita di Palestina,” kata Adi Prasetya, seorang jamaah, setelah mengikuti ibadah sholat di sebuah lapangan di Jakarta Selatan.
Umat Islam di Tanah Air melaksanakan salat berjamaah di Masjid Agung Baitul Makmur saat perayaan Iduladha di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, 17 Juni 2024. (Foto. Antara/Syifa Yulinnas via REUTERS)
“Ada banyak kesempatan saat ini bagi kami untuk menyalurkan bantuan kami melalui amal,” tambah dia.
“Semoga Allah memberikan kekuatan kepada mereka yang dikoyak perang, semoga mereka yang terbelah bisa hidup damai kembali,” kata jamaah yang lain, Berlina Yustiza.
Meskipun memiliki lebih banyak Muslim dibandingkan negara lain di dunia, tradisi di Indonesia untuk menandai Iduladha juga dipengaruhi oleh agama lain.
Warga di Yogyakarta misalnya, ikut menandai Iduladha dalam acara budaya dengan merebut apa yang disebut sebagai “gunungan”. Warga percaya bahwa jika mereka bisa mengambil hasil panen yang ditata dalam bentuk menyerupai gunung ini, akan membuka jalan rejeki. Gunungan, yang tersusun dari buah, sayuran dan berbagai jajanan tradisional ini, diarak dari Kraton Yogyakarta menuju ke Masjib Besar Kauman.
BACA JUGA:
Iduladha 2024: Tak Ada Kurban di Gaza, Hingga Doa bagi Palestina dan Ukraina di KosovoSementara di Pasuruan, Jawa Timur, sehari sebelum Kurban, Muslim mengekspresikan penghargaan dan penghormatan mereka terhadap hewan Kurban, dengan mendandani mereka layak pengantin. Sapi Kurban didandani dengan karangan bunga tujuh lapis, kain kafan, sorban dan sajadah dan diarak dalam sebuah tradisi yang disebut sebagai “manten sapi” atau pengantin sapi, sebelum diserahkan kepada panitia Kurban.
Warga di Demak, Jawa Tengah, merayakan Iduladha dengan prosesi ternak yang disebut sebagai “apitan” sebagai bentuk syukur untuk makanan dan hasil panen. Mereka membawa berbagai jenis makanan dalam kotak bambu ke alun-alun dan menikmatinya bersama usai sholat. Warga setempat percaya bahwa prosesi ini akan menghadirkan kesejahteraan dan jika ada bencana, maka akan bisa dihindari.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Tokyo, Jepang, 23 Mei 2024. (Foto: via Reuters)
Di Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim bergabung dengan ribuan jamaah, termasuk turis asing, dan mengikuti sholat Id di sebuah masjid dekat kantornya di Putrajaya, selatan ibu kota Kuala Lumpur.
Dalam pesannya, Anwar Ibrahim mengatakan bahwa kesempatan untuk pergi haji ke Mekkah, adalah salah satu karunia besar dari Allah dan harus membuat seseorang menjadi lebih merenung dan hidup sederhana.
“Saya mengajak Muslim untuk hidup dalam pesan penuh kesederhanaan yang diajarkan dalam ibadah Haji, untuk selalu rendah hati dan tidak tergoda untuk daya tarik kemewahan dunia yang sementara,” kata Anwar.
“Jangan menyimpang dari tujuan ini. Dunia harus menjadi jembatan menuju ke alam abadi,” tambah dia. [ns/ab]