Sampah Tsunami Bakal Sampai ke Pantai Barat AS

Puing-puing reruntuhan dari gempa bumi dan tsunami 11 Maret di Jepang, yang kini mengapung di Samudera Pasifik.

Sampah berupa bahan bangunan, mobil, pohon, atap dan barang-barang rumah tangga, dapat sampai ke Hawaii dan California 2-3 tahun lagi.

Para peneliti Amerika mengatakan sejumlah besar puing-puing reruntuhan dari kota-kota pantai Jepang yang dihanyutkan oleh pukulan ombak tsunami sedang bergerak mengarungi Samudera Pasifik dan dapat mencapai Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang.

Para peneliti dari Universitas Hawaii memperkirakan bahwa sampah gelombang pertama, yang berupa bahan bangunan, mobil, pohon, atap dan barang-barang rumah tangga, dapat sampai ke Hawaii dalam kira-kira dua tahun dan mencapai pantai California dalam waktu tiga tahun.

Jan Hafner, programmer komputer ilmiah di Pusat Penelitian Pasifik Internasional di Universitas Hawaii, mengatakan kepada VOA, Selasa, bahwa satu tumpukan sampah reruntuhan telah menempuh ratusan kilometer jauhnya dari pantai Jepang dan arus yang kuat mendorongnya mengarungi samudera.

Hafner mengatakan menjelang waktunya sampah itu sampai ke Pantai Barat Amerika, sampah tersebut akan berubah menjadi apa yang disebut ilmuwan sebagai “Onggokan Sampah Pasifik Utara.” Kumpulan-kumpulan kecil sampah diperkirakan akan terus berdatangan ke pantai Hawaii selama kira-kira lima tahun lagi.

Perkiraan ini didasarkan pada model diagnosa, yang telah dikembangkan dengan menggunakan data realistis mengenai benda-benda yang terombang-ambing di permukaan samudera.