Remaja AS Masuk Bui akibat Salah Pilih Teman dan Idola

David Belton, Kepala program "Prisoners Against Teen Tragedy" saat memberikan penyuluhan kepada para remaja.

Sejumlah narapidana remaja di LP Maryland, AS, mengakui mereka mendapat pengaruh buruk dari teman pergaulan dan akibat memilih idola yang salah.

Jika anda menanyakan kepada narapidana remaja apa yang membuat mereka dipenjara, banyak yang akan menyebutkan penyebabnya adalah idola yang negatif dan tekanan dari teman-teman. Untuk meningkatkan kesadaran antar remaja mengenai pengaruh negatif dan membantu membuang jauh-jauh pilihan yang buruk, Lembaga Pemasyarakatan Maryland di Hagerstown atau MCI-H menyelenggarakan sejumlah program.

Tomi Dare adalah pelajar berusia 17 tahun di Kampus Komunitas Hagerstown di Maryland. Beberapa bulan lalu, ketika sedang berselancar di situs kampusnya, ia membaca pengumuman kontes. Hadiahnya adalah beasiswa senilai 500 dolar.

“Yang harus saya lakukan adalah menulis esai mengenai tekanan dari teman dan mengapa saya merasa tidak perlu mengonsumsi obat-obatan terlarang,” jelas Dare.

Dalam esainya, Dare menuangkan pengalaman pribadinya sebagai remaja keturunan Afrika Amerika yang menyenangi olah raga, terutama basket.

“Obat-obatan dan alkohol tidak hanya menurunkan daya pikir, tetapi juga tidak membuat kita merasa sebagai pemenang. Tidak membuat kita merasa sebagai yang terbaik. Sebagai atlit, tinggi saya enam kaki dua inci, jadi saya merasa bahwa saya seharusnya tidak dipengaruhi teman-teman karena badan saya lebih besar daripada orang-orang di sekitar saya. Saya juga menulis mengenai bagaimana saya menganggap diri saya sebagai Ratu. Dan jika saya anggota kerajaan, saya tidak perlu memasukkan zat-zat ke dalam tubuh saya. Obat-obatan dan alkohol tidak seharusnya dikonsumsi oleh Ratu,” ungkap Dare.

Tomi Dare, pemenang lomba penulisan esai sedang berbicara tentang program ini.

Sal Mauriello adalah spesialis kasus pada MCI-H, dan salah satu juri yang memilih esai Dare tersebut sebagai pemenang tahun ini. Beasiswa senilai 500 dolar itu diberikan oleh program Prisoners Against Teen Tragedy (PATT).

Mauriello mengatakan PATT, yang dimulai tahun 1988, juga memberikan kesempatan kepada remaja untuk mendapat pelajaran berharga dari narapidana di fasilitas itu. Bersamaan dengan kontes esai, program itu mengundang siswa untuk mengikuti tur penjara secara pribadi atau dari sekolah. Pada akhir tur, mereka duduk bersama dan mengadakan diskusi terbuka dengan narapidana.

“Ada 11 narapidana yang tergabung dalam program ini. Mereka mengatakan kepada para remaja tersebut apa yang telah mereka lalui semasa kecil dan apa kejahatan yang telah mereka lakukan. Mereka menjelaskan mengenai tekanan dari teman dan pilihan yang salah,” jelas Mauriello.

Berbagi pengalaman pribadi seperti itu bisa menyelamatkan nyawa, kata Mark Vernarelli, juru bicara MCI-H.

“Para narapidana dalam program ini sangat tulus. Mereka mencurahkan jiwa dan raga mereka kepada para remaja itu,” kata Vernarelli.

Lebih lanjut Vernarelli mengatakan, hal yang paling dimengerti oleh para remaja setelah sesi tersebut adalah bahwa kesalahan kecil dalam menilai sesuatu (termasuk teman), satu keputusan yang salah, bisa memiliki konsekuensi yang besar.