RUU di Florida akan Batasi Pelajaran tentang Menstruasi

Tas produk perempuan amal "Girls Helping Girls Period" terlihat di South Orange, New Jersey, 6 Maret 2016. (Foto: REUTERS/Shannon Stapleton)

Sejumlah anggota kongres di negara bagian Florida, AS mempertimbangkan sebuah rancangan undang-undang (RUU) untuk memperkuat kontrol negara atas pendidikan seks. RUU itu akan melarang pelajaran soal siklus menstruasi sebelum kelas enam sekolah dasar (SD).

RUU itu dirancang ketika kongres Florida yang didominasi Partai Republik, dengan dukungan Gubernur Ron DeSantis, telah lebih dulu meloloskan serangkaian RUU untuk membatasi pembahasan tentang gender dan seksualitas di sekolah serta mengurangi penekanan masalah keberagaman di sekolah-sekolah negeri.

Rancangan undang-undang terbaru yang diajukan politisi Partai Republik, Stan McLain, hanya mengizinkan pendidikan soal “AIDS, penyakit seksual menular atau pendidikan kesehatan” diajarkan mulai kelas enam hingga kelas 12, yang umumnya berisi anak-anak usia 12 hingga 18 tahun.

Anak perempuan biasanya mengalami menstruasi pertama mereka pada usia 10 sampai 15 tahun. Namun, ada juga anak-anak perempuan yang mengalami menstruasi lebih awal pada usia sembilan tahun.

BACA JUGA: Skotlandia akan Sediakan Produk Menstruasi Gratis di Tempat Umum

“Bayangkan anak perempuan kelas empat SD, pergi ke toilet dan menemukan darah di celana dalamnya dan berpikir ia sedang sekarat,” kata anggota DPR Florida dari Partai Demokrat, Ashley Gantt, dalam sebuah video yang diunggah ke Instagram.

“Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan gurunya bahkan tidak bisa memberitahunya bahwa itu (menstruasi) adalah bagian dari kehidupannya.”

Ketika Gantt menanyai McClain dalam sidang dengar pendapat subkomite tentang apakah RUU itu juga akan melarang guru membahas siklus menstruasi dengan anak-anak perempuan di bawah 12 tahun, McClain berulang kali menjawab, “Ya.”

RUU itu disebut McClain merupakan cara untuk membuat pendidikan seks lebih seragam di seantero negara bagian dan memberikan ruang bagi orang tua untuk terlibat dalam kurikulum. Ia kemudian juga mengungkapkan bahwa ia terbuka pada upaya mengubah RUU itu, kata laporan media setempat.

BACA JUGA: Mahkamah Agung AS Izinkan Undang-Undang Larangan Aborsi di Texas

RUU itu diloloskan pada level subkomite dengan suara 13 banding 5.

Planned Parenthood, mengecam RUU itu. Lembaga advokasi keluarga berencana itu mengatakan RUU itu akan merebut “wewenang distrik sekolah setempat dalam menyetujui kurikulum pendidikan seks dan menyerahkannya kepada Departemen Pendidikan Negara Bagian” sambil menghadirkan “pandangan reduktif dan biner tentang seks” serta menstigmatisasi pelajar LGBTQ.

DeSantis, yang dianggap sebagai saingan utama Donald Trump pada pemilihan bakal calon presiden AS dari Partai Republik, membingkai RUU tersebut sebagai kewajaran untuk meredam ekses yang dipicu oleh aktivisme progresif.

Namun kritikus mengatakan RUU konservatif di Florida dan wilayah lainnya di AS mencoba menerapkan nilai-nilai mereka sendiri terhadap orang lain sembari meredam hak-hak kebebasan berbicara dan menghalangi pelajar mendapatkan pendidikan yang menyeluruh. [rd/ft]