Rusia, Filipina Pertimbangkan Latihan Militer Bersama

Angkatan Laut Rusia dan seorang perwira Filipina memberi hormat saat Presiden Filipina Rodrigo Duterte turun dari Kapal anti-kapal selam Laksamana Tributs milik Angkatan Laut Rusia di Manila, Filipina, 6 Januari 2017. (AP Photo/Aaron Favila).

Moskow mengirim satu kapal perusak dan satu kapal tangki minyak angkatan laut ke pelabuhan di Manila pekan lalu untuk kunjungan muhibah lima hari, dan kedua negara sedang menjajaki perluasan kerjasama pertahanan, kata media Filipina.

Rusia dan Filipina sedang mempertimbangkan latihan angkatan laut bersama, hubungan yang hendak memajukan Manila ke arah kebijakan luar negeri dan militer manca negara, sementara memungkinkan negara itu menentang Amerika Serikat.

Moskow mengirim satu kapal perusak dan satu kapal tangki minyak angkatan laut ke pelabuhan di Manila pekan lalu untuk kunjungan muhibah lima hari, dan kedua negara sedang menjajaki perluasan kerjasama pertahanan, kata media Filipina.

Beberapa pengamat memperkirakan Rusia akan menawarkan penjualan peralatan militer, barang-barang niaga, serta sasaran Filipina meningkatkan pertahanan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengatakan sejak memangku jabatan presiden bulan Juni, ia ingin kurang bergantung pada mantan penjajah Amerika Serikat dan mempunyai hubungan yang lebih dalam dengan China, Jepang, dan Rusia.

Duterte bekunjung ke China dan Jepang bulan Oktober, dan memperoleh kesediaan dari kedua negara itu untuk menolong negara Asia Tenggara yang relative miskin itu dengan bantuan dan investasi.

Kedatangan dua kapal dari Rusia, yang mengoperasikan militer yang kedua terkuat di dunia, ke Manila diadakan setelah pertemuan yang baik antara Duterte dan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan November dalam pertemuan puncak APEC di Peru. Ia memberitahu Putin pada waktu itu mengenai usahanya untuk menjauhkan negaranya dari Amerika Serikat. [gp]