Rouhani Ancam “Pembalasan yang Menghancurkan” Jika Embargo Senjata Diperpanjang

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam akan melancarkan"tindakan pembalasan yang menghancurkan” jika Amerika Serikat terus berupaya memperpanjang embargo senjata Dewan Keamanan PBB terhadap Iran yang akan berakhir tahun ini.

Kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam negara kuat dunia memberikan kesempatan kepada Teheran untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional, serta pencabutan embargo senjata konvensional oleh PBB yang akan berakhir bulan Oktober.

BACA JUGA: Pompeo: AS Tak Izinkan Iran Beli Senjata pasca Embargo PBB

Tetapi Presiden Amerika Donald Trump tahun 2018 menarik Amerika keluar dari perjanjian yang ditandatangani pada masa pemerintahan pendahulunya, Barack Obama. Trump menyebutnya kesepakatan yang buruk, dan menerapkan kembali sanksi keras yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.

Washington sekarang mengatakan pihaknya juga ingin memperpanjang embargo senjata tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo berjanji pada 29 April akan menggunakan segala cara untuk memperpanjang larangan itu melampaui Oktober, dan “berharap” Dewan Keamanan PBB akan memperpanjang pembatasan itu sebelum berakhir. [lt/ii]