Raja Thailand dalam Kondisi Kesehatan Tak Stabil

Warga berdoa sambil memegang foto Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di Rumah Sakit Siriraj tempat raja dirawat, di Bangkok (12/10). (AP/Sakchai Lalit)

Bhumibol adalah seorang raja konstitusional tanpa peran politik, dan dianggap sebagai tokoh pemersatu Thailand.

Istana Kerajaan Thailand mengatakan kondisi kesehatan Raja Bhumibol Adulyadej, 88, sedang tidak stabil.

Menurut pihak Istana, tes darah baru hari Selasa (11/10) memperlihatkan fungsi livernya tidak menentu, kadar asam urat dalam darah tinggi, tekanan darah anjlok, dan ia memakai alat bantu pernafasan.

Bhumibol adalah raja yang paling lama berkuasa di dunia. Ia tidak terlihat di depan publik selama hampir satu tahun terakhir karena menderita serangkaian penyakit dan dirawat di rumah sakit di Bangkok.

Bhumibol adalah seorang raja konstitusional tanpa peran politik, dan dianggap sebagai tokoh pemersatu Thailand.

Rabu malam, sekitar 300 warga berkumpul di luar Rumah Sakit Siriraj tempat raja menghabiskan banyak waktunya selama dua tahun terakhir. Puluhan dari mereka memegang dupa dan gambar raja sambil membaca doa untuk kesembuhannya.

Putra mahkota Vajiralongkorn, 64, yang lebih banyak tinggal di Jerman, belum menyamai popularitas ayahnya.

Banyak pemimpin bisnis, baik domestik dan asing, telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa kematian raja akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, terutama karena tidak ada pembahasan resmi mengenai bagaimana negara itu akan menghadapi hal tersebut. [jm/hd]