Rabi Zionis Israel Berpengaruh Haim Druckman Meninggal Dunia

Rabi Haim Druckman terbaring di sebuah rumah sakit di Israel pada 7 November 1993 setelah mobil yang ia tumpangi diserang di Hebron, Israel. (Foto: AFP/Magie Ohayoun)

Rabi Haim Druckman, pemimpin spiritual gerakan Zionis di Israel, meninggal dunia pada Minggu (25/12) di usia 90 tahun setelah terinfeksi COVID-19, kata sebuah rumah sakit di Yerusalem.

Selama puluhan tahun, Druckman merupakan tokoh paling penting dalam gerakan Zionis, yang mewakili sekitar 12 persen penduduk Yahudi Israel.

“Rumah Sakit Hadassah mengumumkan dengan penuh duka cita kematian rabi Haim Druckman,” kata pihak rumah sakit dalam sebuah pernyataan. Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa Druckman telah diopname selama 10 hari. Sebelumnya, pihak rumah sakit juga mengatakan bahwa ia tertular COVID-19.

BACA JUGA: Warga Yerusalem Berbeda Pandangan mengenai Prospek Pemerintahan Netanyahu

Sekolah agama yang ia pimpin menyatakan bahwa ia berusia 90 tahun.

Druckman merupakan mentor politisi Israel Bezalel Smotrich dari blok politik Zionisme Keagamaan, sebuah aliansi ektrem berhaluan kanan.

Smotrich sendiri akan menjadi menteri keuangan Israel dalam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang akan datang.

“Masyarakat Yahudi telah kehilangan salah seorang sosok spiritual terbesar dari generasinya. Ia adalah [seorang] yang adil, seorang pendidik, seorang pria yang mengabdikan hidupnya untuk Taurat, untuk orang-orang Yahudi dan tanah Israel,” kata Smotrich dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu mengutarakan rasa duka citanya kepada keluarga Druckman, dengan mengatakan bahwa Israel “telah kehilangan seorang pemimpin agama yang hebat.”

“Saya telah kehilangan seorang teman pribadi yang sangat saya hargai,” tambahnya.

Lahir di wilayah yang sebelumnya termasuk Polandia pada 1932, Druckman lolos dari deportasi selama Perang Dunia II dan pada tahun 1944 bermigrasi ke Palestina, yang berada di bawah amanat Inggris.

Ia adalah murid dari Zvi Yehuda Kook, yang gerakannya mendirikan permukiman setelah Israel menduduki Tepi Barat dalam Perang Enam Hari tahun 1967. Druckman dianggap sebagai salah satu penerus Kook dari tahun 1990-an.

BACA JUGA: Jemaat Hadiri Misa Tengah Malam di Bethlehem

Ia memasuki dunia politik pada tahun 1977 dengan bergabung dengan Partai Keagamaan Nasional, yang beraliansi dengan Partai Likud Menachem Begin, dan bertahan di parlemen Israel, yang disebut sebagai Knesset, selama 14 tahun.

Pada 1933, Druckman terluka ketika seorang warga Palestina menembak kendaraannya, dalam sebuah serangan yang menewaskan sopirnya.

Ia menerima penghargaan bergengsi Hadiah Israel pada 2012 atas kontribusinya untuk masyarakat. [rd/ka]