Protes Atas Kematian George Floyd di Berbagai Penjuru AS Berlanjut

Seorang pengunjuk rasa mengembalikan tabung gas air mata saat berlangsungnya aksi unjuk rasa menentang kematian George Floyd, di Philadelphia, Pennsylvania, 1 Juni 2020.

Protes-protes menyusul kematian George Floyd, lelaki kulit hitam yang tewas sewaktu berada dalam tahanan polisi di Minneapolis, Minnesota, sebagian besar berlangsung damai di kota-kota besar AS hari Kamis malam (4/6). Insiden kekerasan juga lebih sedikit dilaporkan dalam protes itu.

Tidak seperti beberapa hari sebelumnya, intensitas protes menyurut, termasuk di New York, di mana demonstrasi berlangsung melebihi jam malam yang berlaku mulai pukul 20.00, dan di Washington.

Wali kota Washington Muriel Bowser mengatakan jam malam di kota itu dicabut, meskipun belum jelas dari pernyataannya apakah perubahan ini akan berlaku permanen.

Polisi militer dan unit-unit penegak hukum dari beberapa badan federal dikerahkan di Washington, dan kehadiran mereka menjadi sumber perselisihan antara para pejabat kota dan pemerintah federal.


“Jelas, hal pertama yang kami inginkan adalah militer, tentara dari luar, keluar Washington DC,” kata Bowser. Para pejabat kota telah menuntut agar respons federal terhadap protes tidak melampaui daerah di sekitar Gedung Putih dan Lafayette Square di dekatnya.

Dua anggota Garda Nasional terluka di Washington Kamis malam (4/6) saat terjadi badai dan hujan lebat setelah petir menyambar di Lafayette Park, dekat Gedung Putih, lapor Washington Post. Keduanya dibawa ke rumah sakit terdekat dengan luka serius. Menurut juru bicara dinas pemadam kebakaran kota, luka tersebut tidak mengancam jiwa mereka.

Tidak ada laporan cedera pada ratusan demonstran yang berkumpul di sana. Protes besar diperkirakan berlangsung Sabtu di Washington. [uh/ab]