Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa

Bendera Ukraina berkibar di samping bendera Uni Eropa di kantor Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia untuk menunjukkan dukungan Uni Eropa kepada Ukraina menyusul invasi Rusia ke Ukraina, 7 Mei 2022. (Foto: Xavier Lejeune/Uni Eropa)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa Ukraina harus menjadi kandidat penuh agar bisa bergabung dengan Uni Eropa, dan bukan bergabung dengan semacam perluasan dari “Komunitas politik Eropa” seperti yang diusulkan oleh Prancis.

“Kami tidak membutuhkan opsi bagi pendaftaran Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, kami tidak membutuhkan kompromi seperti itu,” kata Zelenskyy kepada reporter di Kyiv.

Zelenskyy berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Portugis Antonio Costa yang sedang berkunjung.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menimbulkan kemarahan di Ukraina pada 9 Mei dengan mengatakan Ukraina akan perlu waktu puluhan tahun untuk menjadi anggota Uni Eropa dan seharusnya berusaha bergabung dengan “komunitas politik Eropa” sebuah versi lebih kecil dari Uni Eropa.

Ukraina harus memenuhi standar yang berat dalam bidang pemerintahan, melawan korupsi, dan menegakkan hukum sebelum bisa diterima sebagai anggota Uni Eropa.

Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, sebagian untuk menggagalkan kecenderungan Kyiv untuk bergabung dengan Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO). [jm/pp]