Presiden SBY Tandatangani Kesepakatan Perdagangan 17 Milyar dengan Tiongkok

  • Shannon Van Sant

Presiden Tiongkok Hu Jintao (kanan) dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Rakyat Tiongkok, Beijing (23/3).

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan para pemimpin Tiongkok telah menandatangani kesepakatan perdagangan senilai 17 milyar dolar di Beijing.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Presiden Tiongkok Hu Jintao dalam kesempatan lawatan dua harinya di Beijing. Kedua negara menandatangani kesepakatan perdagangan senilai 17 milyar dolar dalam bidang pertambangan, pembangkit listrik tenaga air, besi baja, pertanian dan tekstil.

Kesepakatan-kesepakatan itu juga mencakup isu-isu strategis yang luas, termasuk kerjasama maritim, wisatawan Tiongkok ke Indonesia dan upaya-upaya untuk memerangi perdagangan narkoba.

Sebelum rangkaian pertemuan di Beijing tersebut, Presiden Hu Jintao sempat mengutarakan pentingnya hubungan Tiongkok dengan Indonesia. Menurut Presiden Hu Jintao, dalam masa-masa rumit dan situasi internasional yang senantiasa berubah ini, lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memperkuat komunikasi strategis dan memperluas kerjasama praktis antara kedua negara.

Indonesia merupakan tujuan utama bagi investasi Tiongkok untuk mencapai tuntutan pertambangan Tiongkok bagi komoditi-komoditi seperti minyak sawit dan timah. Tahun lalu kerjasama bilateral mencapai hampir 61 milyar dolar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei mengatakan pertemuan hari Jum’at (23/3) ini memperdalam kerjasama strategis dan ekonomi antar kedua negara.

Menurut Hong Lei kedua pihak saling bertukar pandangan mendalam tentang hubungan bilateral dan isu-isu internasional dan kawasan demi kepentingan bersama dan tercapainya konsensus.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia dan perekonomiannya tumbuh pada kisaran 6,5 persen per tahun, membuatnya menjadi mitra perdagangan berpengaruh bagi banyak negara di Asia. Perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok meningkat 50 persen per tahun dari tahun 2010 hingga 2011.

Lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Tiongkok merupakan perhentian pertama dalam lawatan Asianya. Selanjutnya ia akan menuju ke Hong Kong pada tanggal 24 Maret dan Seoul pada tanggal 25 Maret dimana ia akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak dan menghadiri KTT Keamanan Nuklir Dunia.