Presiden Obama Soroti Reformasi Imigrasi

Presiden Barack Obamasaat menyampaikan pidato mingguannya di Gedung Putih (Foto: dok).

Presiden Amerika Barack Obama mengimbau anggota Kongres agar mendukung undang-undang yang ia percaya akan memperbaiki sistem imigrasi.
Dalam pidato mingguannya hari Sabtu, Presiden Obama mengatakan "tidak seorang pun akan mendapatkan semua yang mereka inginkan" dari Rancangan Undang-Undang imigrasi yang sedang diperdebatkan di Senat. Tetapi ia mengatakan RUU itu akan memperkuat keamanan perbatasan, memperberat hukuman penyelundup dan membuka jalan menuju ke kewarganegaraan.

Penulis rancangan undang-undang dari kedua partai mengatakan undang-undang itu akan mengharuskan orang-orang yang menetap di Amerika secara ilegal membayar denda, membayar pajak dan menunggu bertahun-tahun untuk kesempatan mendapat kewarganegaraan. Menurut penentang, RUU itu akan mendekati amnesti de facto.

Anggota DPR Lukas Messer dari negara bagian Indiana dalam pidato tanggapan partai Republik hari Sabtu mengatakan anggota Kongres dan presiden perlu mencapai kompromi untuk menjaga suku bunga pinjaman biaya kuliah yang disubsidi pemerintah federal tetap rendah. Ia menuduh taktik “gaya kampanye” Presiden Obama untuk menyerang rencana Partai Republik, menurut Messer, "mencerminkan usul Gedung Putih sendiri".

Suku bunga pinjaman biaya kuliah akan naik dua kali lipat mulai 1 Juli dari 3,4 persen sekarang ini.