Presiden Xi Berusaha Redakan Keprihatinan Pengaruh China di Afrika

Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden Tanzania Jakaya Kikwete dalam pertemuan di Dar es Salaam, Tanzania hari Minggu (24/3).

Presiden China Xi Jinping memuji hubungan dengan negara-negara Afrika dalam kunjungan pertamanya ke benua itu, dan perjalanan ke luar negeri yang pertama sejak dilantik tahun ini.
Presiden China Xi Jinping berjanji akan bekerja sama dengan negara-negara Afrika atas dasar kesamaan, janji yang dibuatnya untuk meredakan keprihatinan negara-negara Afrika tentang meningkatnya pengaruh China di benua itu.

Xi berada di Tanzania, di mana hari Minggu ia menemui Presiden Jakaya Kikwete. Setelah pertemuan, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan beberapa perjanjian perdagangan, budaya, dan pembangunan.

Dalam pidato pengarahan di pusat ekonomi Dar es Salaam hari Senin, Presiden Xi mengatakan China menegaskan “kesamaan di antara semua negara terlepas dari ukuran dan kekuatan negara-negara itu.” Dia juga mengutarakan tentangannya atas apa yang disebutnya praktek “negara besar menakut-nakuti negara kecil.”

Presiden Xi tiba di Tanzania sehari sebelumnya pada awal kunjungan ke tiga negara, yang merupakan lawatan pertamanya ke luar negeri sejak menjabat presiden China awal bulan ini.

Dalam pidato di depan tokoh-tokoh terkemuka Tanzania, Presiden Xi berjanji akan meningkatkan hubungan dengan negara-negara Afrika dan memperbarui tawaran China untuk menyediakan pinjaman $20 miliar kepada negara-negara di benua itu dalam dua tahun ke depan.

Tekanan kunjungan Xi adalah memberitahu para pemimpin Afrika bahwa China akan meningkatkan, bukan mengurangi, hubungannya dengan benua itu.

Xi tiba di Tanzania dari Moskow, di mana ia bertemu dengan presiden Rusia Vladimir Putin. Putin mengatakan, ia berterima kasih bahwa Rusia menjadi negara pertama yang dikunjungi Xi. Ia menyebut hubungan Rusia China sebagai faktor sangat penting dalam politik dunia.

Xi kemudian akan terbang ke Durban, Afrika Selatan, untuk menghadiri KTT kelima BRICS, yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, tanggal 26 dan 27 Maret.