Politikus Konservatif AS Klaim Kebijakan Iklim Biden akan Pangkas Konsumsi Daging

Presiden AS Joe Biden berbicara pada KTT Virtual Perubahan Iklim di Gedung Putih (23/4).

Beberapa anggota parlemen kubu Republik dan politikus konservatif di AS terus mengumbar klaim bohong bahwa kebijakan iklim Presiden Joe Biden akan memangkas jumlah konsumsi daging warga Amerika. Bagaimana isu daging merah ini menjadi medan pertempuran terbaru dalam perang budaya Amerika?

Gagasan bahwa Presiden AS Joe Biden akan melarang konsumsi daging merah adalah klaim yang keliru, yang sekarang menjadi meme yang viral.

Akan tetapi, kalangan konservatif, termasuk anggota parlemen kubu Republik, masih terus menyebarluaskan klaim itu.

Menteri Pertanian AS Tom Vilsack

Menteri Pertanian AS Tom Vilsack mengatakan pemerintahan Biden tidak berniat membatasi konsumsi daging masyarakat. “Dalam dunia politik, selalu ada intrik, berbagai isu pun dihembuskan ke dalam obrolan (sehari-hari), meski (mereka) tahu betul isu itu tak berdasar.”

Semua itu berawal dari berita palsu sebuah tabloid Inggris yang menyatakan bahwa kebijakan iklim Biden bisa membatasi konsumsi burger orang Amerika menjadi satu porsi per bulan, jauh di bawah rata-rata sekarang, tiga burger per minggu, menurut data Departemen Pertanian AS.

Artikel itu secara asal-asalan mengaitkan proposal Biden untuk mengatasi krisis iklim dengan penelitian Universitas Michigan tahun 2020 yang menyebut bahwa dengan memangkas konsumsi daging Amerika hingga separuhnya, emisi gas rumah kaca akan berkurang hingga 1,6 miliar metrik ton pada tahun 2030, sekitar 25% dari emisi tahunan Amerika.

BACA JUGA: Pemerintahan Biden Tak Berniat Batasi Konsumsi Daging

Martin Heller adalah salah seorang peneliti yang terlibat. “Itu sungguh tidak nyambung. Kami tidak pernah memberi masukan apapun ke dalam rekomendasi suatu kebijakan. Dan sejauh yang saya tahu, pemerintahan Biden juga tidak pernah mengutip penelitian kami.”

Dengan klaim keliru tersebut, isu daging menjadi simbol kemerdekaan individu melawan tirani pemerintah – mengubah burger menjadi medan pertempuran terbaru dalam perang budaya Amerika.

Tom Nealon, penulis buku Food Fight and Culture War, mengatakan, “Kelompok konservatif suka mengasosiasikan diri dengan budaya koboi, peternakan dan maskulinitas. Steak dan daging menjadi bagian dari itu."

Dengan meningkatnya kesadaran soal dampak produksi makanan terhadap perubahan iklim, konsumsi daging bisa menjadi isu politik. Jajak pendapat Gallup tahun 2018 menunjukkan bahwa 11 persen warga liberal mengaku vegetarian, sementara di kalangan warga konservatif hanya 2 persen.

Your browser doesn’t support HTML5

Politikus Konservatif AS Klaim Kebijakan Iklim Biden akan Pangkas Konsumsi Daging


Meski demikian, tidak ada ancaman pelarangan daging di Amerika. Menurut Departemen Pertanian AS, satu orang Amerika rata-rata mengonsumsi 37 kilogram daging setiap tahunnya.

Tapi kini memang semakin banyak warga yang beralih mengonsumsi makanan yang terbuat dari protein nabati, yang sekarang semakin umum ditemukan di restoran-restoran maupun pusat perbelanjaan. [rd/jm]