Polisi Perancis Gunakan Gas Air Mata untuk Bubarkan Protes

Demonstran berlindung dari gas air mata yang ditembakkan oleh polisi anti huru hara saat demonstrasi rompi kuning, di Paris, Sabtu, 21 September 2019. Polisi Paris telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran anti-pemerintah. (Foto: AP/Kamil Zihnioglu)

Pengunjuk rasa di ibu kota Perancis berusaha membangkitkan kembali gerakan rompi kuning yang anti pemerintah, namun mereka dihadang oleh polisi dengan tembakan gas air mata.

Paris berada dibawah penjagaan keamanan yang ketat dan ribuan petugas polisi dilengkapi perlengkapan anti huru-hara ditempatkan di tempat-tempat bersejarah Paris, termasuk Champs Elysees, Menara Eiffel, dan Katedral Notre Dame.

AP melaporkan paling sedikit 39 orang telah ditangkap.

Demonstran mengenakan rompi kuning mulai turun ke jalan-jalan di seluruh Perancis sekitar sepuluh bulan yang lalu, dan mereka menuntut perubahan dalam kebijakan sosial dan ekonomi pemerintah.

Demonstrasi ini pudar musim panas ini. Protes ini diberi julukan mengacu kepada rompi kuning yang menyolok yang dipakai demonstran. [jm/pp]