Polisi Nepal Bubarkan Protes di Perbatasan dengan India

Polisi Nepal menahan demonstran (tengah) dalam protes yang diorganisir Federasi Kebangsaan Suku Asli Nepal (NEFIN) di Kathmandu, Nepal, Agustus 2015.

Warga suku Madhesi berdemonstrasi mengecam konstitusi baru karena wilayah suku yang ditetapkan tidak sepenuhnya mencakup populasi mereka sehingga memerlukan wilayah yang lebih luas.

Polisi Nepal hari Senin (2/11) membubarkan para demonstran di satu titik perbatasan utama sehingga 200 lebih kendaraan yang sudah menunggu selama 40 hari akhirnya bisa masuk ke India.

Polisi juga menangkap lima demonstran dan membongkar tenda-tenda yang dibangun demonstran di jembatan antara dua pos pemeriksaan bea cukai Nepal dan India.

Warga suku Madhesi berdemonstrasi mengecam konstitusi baru di Nepal yang disahkan September lalu. Menurut mereka, negara-negara bagian baru yang ditetapkan sebagai wilayah suku itu tidak sepenuhnya mencakup populasi mereka sehingga memerlukan wilayah lebih luas.

Mereka juga sudah melakukan mogok di Nepal selatan dan memblokir titik perbatasan itu, yang telah mengakibatkan kelangkaan BBM di negara itu.

Setidaknya 45 orang telah tewas sejak demonstrasi dimulai bulan Agustus.

Minggu pagi, perundingan antara perwakilan pemerintah dan suku Madhesi tampaknya mencapai kemajuan. Wakil Perdana Menteri Kamal Thapa mengatakan pemerintah akan membahas tuntutan warga Madhesi lewat pembicaraan dengan partai-partai politik lainnya.

Lal Bahadur Rawat dari pihak Madhesi mengatakan pertemuan hari Minggu itu berjalan positif dan akan ditindaklanjuti. Namun, lanjutnya, mereka tetap akan menggelar demonstrasi di Nepal selatan. [th]