Polisi Madagascar Sabtu menyatakan telah menangkap pemimpin usaha pemberontakan yang gagal pekan ini terhadap pemerintah. Kata polisi, Kolonel Raymond Andrianjafy ditahan berkaitan dengan bentrokan Kamis antara pasukan keamanan dan polisi militer kelompok pembelot.
Pemberontak itu diberitakan marah karena adanya tuduhan penyalah-gunaan kekuasaan oleh para pemimpin mereka.
Para pejabat militer mengatakan, sedikitnya dua tentara tewas dan beberapa warga sipil luka dalam kekerasan di ibukota Antananarivo.
Pemerintah Madagascar menuduh mantan presiden Marc Ravalomanana mendalangi usaha pemberontakan itu.
Kantor presiden Andry Rajoelina Jumat mengatakan, mantan presiden itu berusaha menciptakan ketegangan dalam angkatan bersenjata.
Madagscar mengalami ketegangan sejak awal tahun 2009, ketika Presiden Rajoelina menyingkirkan Ravalomanana dengan dukungan militer.