Polisi London: Tak Ada Tanda-tanda Radikalisasi pada Pelaku Serangan Pisau

Polisi bersenjata melakukan patroli di TKP serngan pisau di Russel Square London, Inggris Kamis (4/8).

Polisi London Kamis (4/8) menyatakan mereka tidak mendapati bukti radikalisasi yang mencerminkan terorisme setelah seorang lelaki Somalia menikam seorang perempuan hingga tewas dan melukai lima lainnya. Polisi menyatakan bahwa serangan itu kemungkinan besar dipicu oleh masalah kesehatan mental.

Polisi menangkap seorang lelaki berusia 19 tahun di Russell Square, di dekat University of London, setelah melumpuhkannya dengan pistol kejut Taser. Lelaki yang identitasnya belum diungkap itu sekarang berada dalam tahanan polisi di sebuah rumah sakit di dekat lokasi serangan.

Kepala polisi London Bernard Hogan-Howe Kamis mengatakan polisi bersenjata memang telah berpatroli di beberapa lokasi ikonik di kota itu seperti di sekitar parlemen dan kediaman resmi perdana menteri. Ia berharap warga memahami bahwa perlu aparat bersenjata untuk menghadapi musuh yang bersenjata.

Keputusan untuk mengerahkan polisi bersenjata di jalan-jalan kota London itu penting sekali karena mayoritas polisi di Inggris tidak membawa senjata api. Ini merupakan kebijakan standar yang akan tetap diberlakukan bagi sebagian besar dari 31 ribu polisi London.

Polisi mengidentifikasi perempuan berusia 60 tahun yang ditikam hingga tewas itu sebagai seorang warganegara Amerika. Ia dirawat di lokasi kejadian oleh paramedis, tetapi dinyatakan meninggal tidak lama kemudian. Tiga korban telah keluar dari rumah sakit Kamis pagi. Kondisi dua lainnya tidak diketahui.

Mark Rowley, Asisten Komisaris Polisi Metropolitan London urusan Operasi Khusus, mengatakan, polisi menduga kesehatan mental tersangka merupakan faktor signifikan dalam serangan ini, tetapi memperingatkan bahwa ini hanyalah satu dari beberapa hal lain yang diselidiki.

Polisi menerima telepon mengenai serangan yang sedang berlangsung itu sekitar pukul 10.30 malam, dan dalam waktu sekitar 10 menit telah tiba di tempat kejadian dan melumpuhkan penyerang.

Rowley mengatakan bahwa sebagai langkah berjaga-jaga, jumlah polisi bersenjata di jalan-jalan kota London ditingkatkan pada Kamis pagi untuk menenangkan dan memberi perasaan aman kepada warga London.

Serangan pisau itu berlangsung pada hari yang sama ketika para pejabat London mengumumkan ditingkatkannya jumlah polisi bersenjata yang berpatroli di kota itu sebagai upaya mencegah serangan teror.

Menurut para pejabat kepolisian, Operasi Herkules, yang meningkatkan jumlah polisi yang membawa senjata, merupakan tanggapan atas meningkatnya serangan-serangan teroris di Eropa belakangan ini.

Sementara itu dalam pernyataannya, Walikota London Sadiq Khan mengatakan masalah keselamatan di London merupakan prioritas nomor satunya dan ia menyatakan belasungkawa terhadap para korban serangan. [uh/ab]