Polisi Jerman Tangani Unjuk Rasa Setelah Satu Orang Tewas

Para pengunjuk rasa dari kelompok ultra kanan menyalakan kembang api saat berdemonstrasi di Chemnitz, Jerman, Senin, 27 Agustus 2018.

Ratusan polisi Senin (27/8) malam berupaya memisahkan demonstran sayap kanan dan sayap kiri di sebuah kota di Jerman timur,di mana seorang warga Irak dan seorang warga Suriah ditangkap dalam kasus pembunuhan seorang laki-laki Jerman.

Sekitar 1.000 demonstran sayap kiri meneriakkan slogan-slogan seperti "Nazi keluar" dan "Tidak ada hak bagi propaganda Nazi". Kelompok demonstran sayap kanan yang jumlahnya lebih besar membalas dengan slogan "Kami lebih keras, kami lebih banyak" dan "Pers berbohong."

Petugas yang mengenakan peralatan anti huru-hara mendesak mundur mereka yang mencoba menuju pihak lainnya. Para demonstran sayap kanan melemparkan botol dan petasan ke arah kubu lawannya sebelum mulai berdemo. Tidak dilaporkan ada penangkapan atau korban cedera.

Kedua kelompok turun ke jalan-jalan di Chemnitz setelah seorang laki-laki Jerman berusia 35 tahun cedera dalam bentrokan setelah festival jalanan dan meninggal awal Minggu.

Jaksa Christine Muecke, Senin, mengatakan kepada wartawan pembunuhan itu berawal dari konfrontasi verbal yang kemudian meningkat. Dua orang laki-laki ditahan, yaitu seorang warga Suriah berusia 22 tahun dan seorang warga Irak berusia 21 tahun. Keduanya ditahan karena dicurigai melakukan pembunuhan, kata Muecke. [my]