PM Thailand: Raja Inginkan Perubahan dalam Konstitusi yang Belum Diputuskan

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha (Foto: dok).

Vajiralongkorn naik takhta pada tanggal 2 Desember, menggantikan ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal pada bulan Oktober setelah lama menderita penyakit.

Perdana Menteri Thailand mengatakan ia akan menghormati permintaan raja baru negara itu agar dilakukan beberapa perubahan pada konstitusi yang disetujui dalam referendum Agustus lalu.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, Selasa (10/1) mengatakan Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun mengatakan kepada penasihat kerajaan bahwa ia menginginkan perubahan pada beberapa pasal tentang monarki. Prayuth tidak menjelaskan perubahan yang diinginkan oleh raja, tetapi mengatakan ada tiga atau empat poin yang hendak diusahakan untuk diubah.

Vajiralongkorn naik takhta pada tanggal 2 Desember, menggantikan ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal pada bulan Oktober setelah lama menderita penyakit.

Konstitusi sementara yang diberlakukan setelah militer merebut kekuasaan pada tahun 2014 menghendaki piagam yang telah disetujui oleh parlemen agar disahkan oleh raja dalam waktu 90 hari. Hingga kini Raja Vajiralongkorn belum melakukannya, dan hal itu telah menimbulkan keprihatinan. [lt]