PM Belanda Desak Putin Bantu Penyelidikan Jatuhnya MH17

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam sebuah konferensi pers Den Haag 18 Juli 2014. Pemimpin dunia serukan investigasi penembakan jatuh pesawat Malaysian Boeing 777 di Ukraina Timur.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan ia berbicara sangat intens melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Sabtu (19/7).

Dalam pembicaraan itu ia mendesak Putin agar menggunakan pengaruhnya atas separatis Ukraina untuk membantu penyelidikan pesawat Malaysia yang ditembak jatuh di Ukraina. Rutte memberitahu Putin bahwa ia harus menunjukkan kepada dunia ia berniat membantu.

Lebih separuh dari 298 penumpang dan awak pesawat, semua tewas dalam serangan itu, adalah orang Belanda. Rutte mengatakan ia terkejut melihat gambar-gambar yang menunjukkan pemberontak memilah-milah barang-barang milik korban dan mondar-mandir di sekitar lokasi kecelakaan.

Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans hari Sabtu mengatakan orang Belanda marah menanggapi berita mayat-mayat diseret-seret dan lokasi kecelakaan diperlakukan tidak sebagaimana mestinya. Berbicara di Kyiv bersama Presiden Ukraina Petro Poroshenko, Timmermans mengatakan, pejabat-pejabat Belanda ingin tahu siapa yang melakukan serangan ini dan menginginkan bukti-bukti tetap ada di sana.

Poroshenko meyakinkan bahwa pejabat-pejabat pemerintah Ukraina melakukan segalanya yang bisa mereka lakukan guna memungkinkan penyidikan yang transparan dibawah pimpinan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.

Rusia, sementara itu, membantah terlibat serangan itu dan menyepakati perlunya penyidikan internasional.