Petugas Palang Merah Swiss Tewas di Ukraina Timur

Perang masih terus berkecamuk di Donetsk, Ukraina timur (1/10).

Penembakan di kota Donetsk di Ukraina timur hari Kamis (2/10) menewaskan seorang petugas Palang Merah Internasional berkebangsaan Swiss (ICRC).

Wartawan negara-negara Barat di Donetsk dan kantor berita Rusia melaporkan gedung yang menjadi kantor lokal ICRC di pusat kota yang dikuasai pemberontak terkena serangan penembakan. ICRC menegaskan seorang petugas berkebangsaan Swiss tewas dalam serangan itu.

Pertempuran sengit juga dilaporkan hari Kamis (2/10) di daerah bandara Donetsk, selagi separatis pro-Rusia terus berusaha merebut kembali fasilitas itu dari pasukan pemerintah.

Pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia menandatangani perjanjian gencatan senjata tanggal 5 September, tapi pertempuran sporadis terus berlanjut dan meningkat pekan ini di dalam dan di sekitar Donetsk. Sedikitnya 10 orang tewas hari Rabu dalam penembakan dengan artileri berat di kota itu.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin hari Kamis mengatakan Ukraina dapat " kembali ke status negara kesatuan" dan menjamin perkembangan ekonomi negara itu hanya jika semua rakyatnya "memiliki hak penuh."

Berbicara dalam sebuah forum investasi di Moskow, Putin mengatakan semua orang yang tinggal di Ukraina harus memiliki hak penuh berdasarkan hukum Ukraina dan internasional, dan tidak boleh didiskriminasi karena perbedaan bahasa, etnis, atau agama mereka.

Ia mengatakan itu "satu-satunya cara mempertahankan integritas teritorial negara."

Kantor berita Reuters hari Kamis mengutip juru bicara NATO yang mengatakan ratusan pasukan Rusia, termasuk pasukan khusus, masih berada di dalam Ukraina, sementara kira-kira 20 ribu tentara Rusia masih berada di dekat perbatasan Rusia dengan Ukraina timur.