Petugas Keamanan Ukraina Tewas dalam Demo Rusuh di Kyiv

Protes anti otonomi di luar gedung parlemen Ukraina di Kyiv berubah menjadi rusuh hari Senin (31/8).

Protes menentang otonomi lebih besar bagi kawasan pemberontak di Ukraina timur di luar parlemen Ukraina di Kyiv itu berubah menjadi rusuh hari Senin (31/8).

Seorang petugas keamanan Ukraina ditembak mati Senin (31/8) di Kyiv dan puluhan demonstran dan polisi cedera akibat ledakan selama protes menentang otonomi yang lebih besar bagi pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur.

Protes dengan mengibarkan bendera yang sebagian besar damai di luar parlemen itu berubah menjadi rusuh setelah anggota parlemen memilih untuk memberikan persetujuan awal bagi perubahan yang dituntut oleh Barat dengan tujuan memulihkan perdamaian di timur yang bergolak.

Sebuah ledakan menjatuhkan dan melukai beberapa orang. Polisi dan demonstran sama-sama menembakkan gas air mata.

Pihak berwenang mengatakan petugas Garda Nasional berusia 25 tahun ditembak di jantung dan meninggal di ruang operasi rumah sakit. Kementerian Dalam Negeri mengatakan sekitar 100 aparat penegak hukum terluka, 10 diantaranya luka parah, akibat peledak yang dilemparkan dari kelompok demonstran.

Rencana perdamaian dukungan Barat yang disepakati sebelumnya tahun ini meminta agar Kyiv menerapkan "desentralisasi" sebelum akhir tahun. Sebanyak 265 anggota parlemen dengan 450-kursi itu memilih perubahan yang dihimbau oleh Presiden Petro Poroshenko, dengan pemungutan suara akhir pada hari Selasa.