Pesawat Aljazair Jatuh, Nasib 116 Penumpang dan Awak Belum Diketahui

Aljazair - Burkina Faso

Otorita Aljazair memastikan pesawat Air Algerie yang hilang kontak 50 menit setelah lepas landas dari Ouagadougou, Burkina Faso hari Kamis, jatuh di sekitar Mali Utara.

Nasib ke-116 penumpang dan awak pesawat masih belum diketahui. Seorang pejabat Aljazair yang tidak bersedia disebut namanya karena belum diberi wewenang untuk memberi keterangan kepada pers, menyatakan hal ini kepada kantor berita Reuters.

Otorita Aljazair mengatakan pesawat terakhir kali melakukan kontak dengan menara pengawas untuk minta ijin mengubah rute penerbangan karena cuaca buruk. Tetapi kemudian petugas menara pengawas tidak bisa mengontak pesawat itu lagi.

Separuh dari penumpang pesawat Air Algerie adalah warga negara Perancis. Kewarganegaraan penumpang selengkapnya adalah 51 warga Perancis, 27 Burkina Faso, 8 Lebanon, 6 Aljazair, 5 Kanada, 4 Jerman, 2 Luksembourg, 1 Swiss, 1 Belgia, 1 Mesir, 1 Ukraina, 1 Nigeria, 1 Kamerun dan 1 Mali. Sementara enam awak pesawat berkewarganegaraan Spanyol.

Menteri Perhubungan Perancis Frederic Cuvilier yang berbicara dari sebuah pusat krisis di Kementerian Luar Negeri Perancis, yang segera dibentuk segera setelah kabar hilangnya pesawat tersebut hilang, mengatakan pesawat diketahui hilang kontak di sekitar Mali Utara. Besar kemungkinan pesawat jatuh di wilayah itu.

Sementara Menteri Perhubungan Burkina Faso Jean Bertin Ouedrago mengatakan belum jelas apa yang terjadi dengan pesawat Air Algerie itu dan bagaimana nasib ke-116 penumpang karena komunikasi terakhir yang diterima adalah permintaan mengubah rute karena badai di rute penerbangan semula.