Perusahaan Kasino Raksasa Dunia Incar Kepulauan Matsu Taiwan

  • Ralph Jennings

Kepulauan Matsu di Taiwan (Foto:dok). Tidak lama lagi kepulauan ini akan menjadi salah satu tempat perjudian dunia, seperti Makau, Singapura dan Filipina.

Kepulauan Matsu yang terpencil di dekat Taiwan sebentar lagi akan menjadi salah satu tempat perjudian dunia, seperti Makau, Singapura dan Filipina.
Perusahaan-perusahaan kasino raksasa di dunia menemukan tempat baru yang berpotensi hari Sabtu di pulau-pulau kecil lepas pantai di dekat Taiwan setelah penduduk setempat memilih untuk mengizinkan perjudian di tempat itu.

Kepulauan Matsu yang terpencil dan jauh itu berpenduduk hanya 10.000 orang. Mereka akan bergabung dengan Makau, Singapura dan Filipina sebagai tempat perjudian (kasino), di daerah dimana orang suka berjudi walaupun tidak ada kasino. Reporter VOA Ralph Jennings melaporkan dari Taipei.

Perusahaan kasino dari London hingga Las Vegas telah mengincar Taiwan selama tiga tahun untuk mendirikan kawasan perjudian baru bagi pasar Tiongkok yang sangat besar. Pemerintah pusat Taiwan telah memberi lampu hijau kepada enam pulau terpencil itu tahun 2009 untuk menggiatkan pariwisata, namun harus disetujui penduduk lokal. Dalam referendum hari Sabtu, para pemilih menyetujui perjudian dengan perbedaan suara cukup besar, 57 berbanding 43 persen.

John Bruce, direktur operasi perusahaan konsultan resiko manajemen Hill & Associates, mengatakan pemungutan suara itu akan mengubah lanskap Matsu. Saat ini, pulau-pulau kecil itu sangat tergantung pada perikanan, pangkalan militer dan sedikit pariwisata.

Taiwan sudah berbicara tentang pendirian kasino selama 10 atau 15 tahun. Mereka mengamati seluruh Asia dan melihat keberhasilan Makau yang fenomenal. Mereka melihat Singapura yang sangat cepat menghasilkan uang dan kemudian daerah-daerah lain, seperti Kamboja, Laos, dan Vietnam juga mulai bergerak. Korea juga mulai mempertimbangkan pembuatan kasino lagi. Penduduk melihatnya sebagai penghasil pendapatan yang besar.

Dengan keputusan di Matsu itu pemerintah akan memutuskan berapa banyak izin kasino yang akan dikeluarkan dan berapa besar yang akan dibangun. Para pejabat tidak mengungkapkan rencana khusus sebelum pemungutan suara itu tetapi diperkirakan hanya akan memberi satu atau dua izin kasino.

Kasino diperkirakan akan menyediakan lapangan kerja pariwisata di Matsu, yang kurang berkembang dibandingkan pulau-pulau lepas pantai lainnya di Taiwan. Perusahaan Taiwan dan Tiongkok akan mengikuti perkembangan pesat kasino dengan membangun hotel dan layanan kapal ferry, yang akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Kelompok advokasi anti-kasino berkampanye selama seminggu belakangan untuk menolak proyek kasino itu dengan menyatakan kasino akan merusak pulau-pulau tersebut karena akan membawa unsur-unsur penjahat ke pulau-pulau yang penduduknya hidup sederhana.

Referendum serupa digagalkan tiga tahun lalu oleh kelompok penduduk yang lebih besar di pulau dekat Taiwan. Pulau-pulau itu dikenal dengan nama "Penghu" atau "Pescadores", dan dianggap lebih menarik bagi pengusaha kasino daripada pulau-pulau Matsu karena infrastrukturnya yang lebih baik, termasuk adanya bandara internasional.

Penduduk pulau Penghu merasa tidak nyaman terhadap ancaman kejahatan, meskipun dibujuk dengan tersedianya lapangan kerja bagi mereka. Pulau Penghu diperbolehkan untuk melakukan referendum lagi awal bulan September, dan hasil pemungutan suara di pulau Matsu dapat mendorong upaya baru itu.