Hari Pengungsi Sedunia: 42 Juta Orang Masih Mengungsi

Para pengungsi Somalia tinggal di sebuah kamp pengungsi di Mogadishu (foto: dok). Menurut badan urusan pengungsi PBB, sekitar 42 juta orang di dunia masih hidup dalam pengungsian.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon dalam pesannya mengatakan bahwa 'para pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka karena tidak punya pilihan lain'.
Banyak orang di seluruh dunia kini memperingati Hari Pengungsi Sedunia dengan menyampaikan penghormatan kepada kurang lebih dari 42 juta orang yang dipaksa mengungsi dari rumah mereka.

Dalam pesan khusus – Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan “para pengungsi meninggalkan rumah mereka karena tidak punya pilihan lain”. Ia mengatakan setiap orang seharusnya membantu.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton hari Rabu mengatakan Amerika bersama masyarakat internasional memperingati keberanian dan kegigihan jutaan pengungsi tersebut. Ia mengatakan Amerika bertekad melindungi dan membantu para pengungsi.

Antonio Guterres – Komisioner Tinggi PBB Untuk Urusan Pengungsi hari Selasa mengunjungi Ekuador, di mana ia berjanji untuk meneruskan upaya menjamin hak-hak pengungsi yang terbesar di Amerika Selatan itu. Ia memperingati Hari Pengungsi Sedunia di Rio de Janeiro pada KTT Lingkungan Hidup PBB.

Dalam laporan tahunan pekan ini, Badan PBB Urusan Pengungsi itu mengatakan sebanyak 800 ribu orang terpaksa lari menyebrangi perbatasan tahun lalu, jauh lebih banyak dibanding kapan pun sejak tahun 2000. Badan PBB Urusan Pengungsi mengatakan para pengungsi itu termasuk diantara 4,3 juta orang yang mengungsi tahun ini, sebagian besar karena krisis kemanusiaan di Pantai Gading, Libya, Somalia, Sudan dan negara-negara lain.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan semua angka itu lebih dari sekedar statistik. Ia mengatakan mereka adalah orang dan keluarga yang kehidupannya telah dijungkir-balikkan, komunitasnya telah dimusnahkah dan masa depannya kini dalam keadaan tidak pasti.