Penyelidik Pelajari Bukti yang Disita dari Cambridge Analytica

Pandangan gedung kantor Cambaridge Analytica di 55 New Oxford Street, di London, 23 Maret 2018.

Pihak berwenang Inggris, Sabtu (24/3), mengatakan sedang mempelajari bukti yang dikumpulkan dari kantor perusahaan penelitian data, Cambridge Analytica, sebelum menentukan "langkah selanjutnya."

Penyelidik Inggris memasuki kantor perusahaan itu di London, Jumat (24/3) malam. Cambridge Analytica menjadi pusat kontroversi dugaan penggunaan data pribadi jutaan orang dari jejaring media sosial Facebook.

Seorang hakim pada Jumat memberi surat perintah penggeledahan yang diminta Kantor Komisi Informasi Inggris (ICO). Belasan penyidik berada di perusahaan itu selama berjam-jam sebelum pergi Sabtu dini hari.

Baca: Zuckerberg Akui Kesalahan Facebook Saat Lindungi Data Pengguna

ICO mengatakan akan "mempelajari bukti itu sebelum memutuskan langkah selanjutnya dan sampai pada kesimpulan."

Komisaris Informasi Elizabeth Denham sedang menyelidiki klaim bahwa perusahaan penelitian itu secara ilegal mengambil data pribadi dari Facebook.

Perusahaan penelitian itu dituduh secara ilegal menggunakan data milik sekitar 50 juta pengguna Facebook untuk membangun profil bagi kampanye politik Amerika, termasuk kampanye presiden Donald Trump.

Tetapi perusahaan itu membantah berbuat kesalahan. Sementara CEO Alexander Nix dipecat, penjabat CEO Alexander Tayler dalam pernyataan pada Jumat mengatakan, "Kami bukanlah perusahaan yang bermotif politik dan tidak etis seperti digambarkan beberapa orang." [ka/al]