Pentagon Paparkan Kelompok Perempuan yang Paling Sering Diserang Secara Seksual di Militer AS

Markas Besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon di Washington D.C. (Foto: dok-Dephan AS/AFP)

Hasil survei selama empat tahun tentang pelecehan seksual di instalasi-instalasi militer Amerika di seluruh dunia, termasuk di kapal-kapal perang, akhirnya dipublikasikan.

Pada tahun 2014 sejumlah pangkalan Angkatan Darat dan Marinir: Fort Hood, Fort Bragg, Fort Lewis, Fort Campbell, Fort Bliss dan Camp Lejeune, memiliki lebih dari 500 laporan serangan seksual oleh laki-laki dan perempuan.

Menurut hasil kajian yang dirilis hari Jumat (21/9), perempuan muda, belum menikah dan bertugas di kapal-kapal Angkatan Laut tampaknya lebih sering diserang dibanding kelompok lain di militer. “Dari 15 instalasi berisiko tinggi bagi personil perempuan di Angkatan Laut, 13 di antaranya adalah kapal tempur atau kelompok kapal, termasuk delapan dari sepuluh kapal induk,” demikian penjelasan kajian itu. Laporan itu juga menyatakan bahwa pada salah satu kapal tempur, satu dari 25 laki-laki yang berdinas disana juga telah diserang.

Serangan seksual terendah adalah di Angkatan Udara.

Pentagon dilaporkan sebagai salah satu tempat paling aman untuk bekerja.

Pentagon menugaskan Rand Corporation yang non-partisan, untuk melakukan penelitian dan kemudian membahas temuan kelompok itu sehingga menunda publikasi hasil kajian itu selama bertahun-tahun.

Don Christensen, Presiden "Protect Our Defenders" yang juga mantan jaksa di Angkatan Utara mengatakan penundaan itu “sangat mengecewakan.”

Penundaan itu menunjukkan bahwa temuan itu tidak menggambarkan laporan yang akurat tentang apa yang sesungguhnya terjadi di pangkalan-pangkalan militer itu.

Namun demikian temuan itu menunjukkan gambaran mengerikan tentang pelecehan seksual di seluruh cabang militer, di mana upaya membendung gelombang pelecehan seksual di instalasi-instalasi itu telah sejak lama diketahui tidak efektif. [em]