Pemimpin Korut Saksikan Uji Coba Artileri dalam Peringatan Hari Angkatan Bersenjata

  • Associated Press

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengamati latihan serangan balik nuklir secara virtual dengan unit "artileri roket" yang besar, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. (Foto: KCNA via KNS/AFP)

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan uji coba artileri baru pada hari Kamis (25/4), yang diperingati sebagai Hari Angkatan Bersenjata di negara sosialis itu.

Kantor berita resmi Korea utara KCNA merilis foto-foto penembakan roket dan Kim di sebuah pos pengamatan, sehari setelah acara tersebut.

Media Korea Utara kerap melaporkan berita sehari setelah peristiwanya.

Senjata yang diuji coba itu adalah “peluncur roket ganda yang diproduksi di perusahaan industri pertahanan nasional yang baru didirikan,” kata KCNA.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengamati "artileri roket" yang diluncurkan selama latihan serangan balik nuklir virtual, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. (Foto: KCNA via KNS/AFP)

Korea Utara telah berusaha menyoroti pembuatan senjatanya dalam beberapa bulan ini, dan mengkritik keras latihan militer bersama AS-Korea Selatan.

Korea Utara biasanya tidak ambil bagian dalam latihan militer dengan negara-negara lain, tetapi tidak diketahui apakah ini karena pilihan mereka sendiri atau karena tidak diundang.

Dalam peringatan itu, Kim juga mengunjungi sebuah universitas militer yang diberi nama sesuai nama kakeknya, Kim Il Sung, kata KCNA.

Ini adalah kunjungan kedua Kim ke sebuah universitas militer dalam satu bulan.

BACA JUGA: Adik Kim Jong Un: Kami akan Bangun Kekuatan Militer yang Tangguh

Korea Utara kini memperingati dua hari dalam kalender mereka sebagai hari ulang tahun militernya, yaitu 8 Februari dan 25 April.

Tanggal pada bulan April dimaksudkan untuk menandai apa yang disebut dalam sejarah resmi Pyongyang sebagai dimulainya tentara revolusioner oleh Kim Il Sung yang ketika itu berusia 20 tahun dalam melawan pasukan pendudukan Jepang pada tahun 1932.

Tanggal pada bulan Februari dijadikan peringatan besar dalam beberapa tahun terakhir ini, menandai dimulainya pasukan militer resmi Korea Utara pada tahun 1948, selama periode kekuasaan Uni Soviet. [uh/lt]