Pemerintahan Sementara Kyrgyzstan Keluarkan Ultimatum

Bakiyev melarikan diri dari ibukota negara itu pekan lalu setelah adanya bentrokan antara polisi dan para demonstran.

Pemerintahan sementara Kyrgyzstan telah mengeluarkan ultimatum terhadap Presiden Kurmanbek Bakiyev, yang memintanya agar menyerahkan diri di ibukota, Bishkek, selambat-lambatnya sore hari ini, kalau tidak, pasukan khusus akan menangkap Bakiyev.

Wakil pemimpin pemerintahan baru Azimbek Beknazarov, mengatakan hari Selasa kekebalan hukum presiden itu telah dicabut dan kasus kejahatan telah dibuka terhadap dirinya.

Bakiyev melarikan diri dari ibukota negara itu pekan lalu setelah bentrokan antara polisi dan para demonstran menyebabkan kira-kira 80 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Tetapi, Bakiyev sedang mengumpulkan para pendukung di bagian selatan Kyrgyzstan. Hari Selasa, ribuan pendukungnya mengadakan rapat umum di sebuah lapangan di Jalal-Abad.

Bakiyev mengatakan hari Senin bahwa ada upaya untuk membagi negara itu antara Utara dan Selatan dan dia menyebut para pemimpin pemerintahan sementara itu “penjahat.” Ia bersikeras mengatakan dirinya tetap pemimpin yang sah negara itu.