Pemerintah Thailand Pertimbangkan Keadaan Darurat Atasi Protes Petani Karet

Para petani karet Thailand bentrok dengan polisi anti huru-hara di propinsi Nakhon Si Thammarat, wilayah selatan Thailand, Senin (16/9).

Pihak berwenang Thailand akan menyatakan keadaan darurat di sebagian wilayah selatan Thailand untuk mengendalikan protes petani karet, Selasa (17/9).
Para petani karet Thailand menghendaki pemerintah membantu mereka yang menderita akibat turunnya harga karet sejak tahun 2011. Penurunan harga karet ini disebabkan oleh lemahnya permintaan, yang dipicu oleh melambannya perekonomian dunia.

Staf Perdana Menteri Suporn Atthawong mengatakan hari Selasa (17/9), pemerintah sedang menilai keadaan untuk melihat apakah dekrit khusus dibutuhkan untuk menguasai protes dengan kekerasan di daerah Cha-uat, provinsi Nakhon Si Thammarat.

Pihak berwenang mengatakan 77 orang polisi menderita cedera ringan dalam bentrokan hari Senin.

Pemrotes melemparkan batu, batu bata dan benda lain terhadap polisi anti huru-hara dan membakar beberapa kendaraan polisi. Pihak berwenang provinsi telah memerintahkan para demonstran untuk meninggalkan daerah itu.