Pemerintah Libya Bantah Kabar Terbunuhnya Putra Bungsu Gaddafi

Gambar dari televisi pemerintah Libya ini menunjukkan Khamis Gaddafi (kiri) masih hidup, dan sedang mengunjungi warga Libya yang terluka di sebuah rumah sakit.

Pemerintah Libya membantah klaim pemberontak bahwa Khamis Gaddafi, komandan salah satu satuan terbaik ayahnya, tewas dalam serangan udara NATO.

Televisi pemerintah Libya menyiarkan apa yang disebut tayangan gambar anak ketujuh dan terakhir pemimpin Moammar Gaddafi, Khamis, yang direkam hari Selasa. Televisi tersebut menayangkannya beberapa hari setelah pemberontak mengklaim dia telah tewas dibunuh. Pria yang dilaporkan sebagai Khamis Gaddafi diperlihatkan sedang mengunjungi warga Libya yang cedera di sebuah rumah sakit.

Pemerintah Libya membantah klaim pemberontak bahwa Khamis, komandan salah satu satuan terbaik ayahnya, tewas dalam serangan udara NATO dekat kota Zlitan, Libya barat. Jika video tersebut asli, ini merupakan pertama kalinya dia terlihat di depan umum sejak laporan tentang kematiannya beredar pada hari Jumat. Sementara itu, Amerika memuji keputusan pemberontak Libya untuk mengatur kembali kepemimpinan mereka setelah pembunuhan misterius pimpinan militer pemberontak bulan lalu.

Pengamat politik Libya, Zaid Akl, dari lembaga penelitian Ahram di Kairo mengemukakan, "Adalah sangat naïf menduga Libya akan bersatu dalam opini atau panji-panji yang sama. Ini tidak akan terjadi. Libya selalu terbagi dalam tiga wilayah."

Akan tetapi, Akl menambahkan, keinginan bangsa Libya untuk bersatu akan menjadi faktor utama negara itu untuk tetap utuh.