Pembunuh Norwegia Tak Menyesal dan akan Lakukan Aksinya Lagi

Anders Behring Breivik saat tampil di pengadilan Oslo, Norwegia (16/4).

Pelaku penembakan yang disidangkan atas pembunuhan 77 orang di Norwegia tahun 2011 menjelaskan, pembunuhan yang dilakukannya itu adalah “serangan pencegahan”.
Anders Behring Breivik mengatakan pembunuhan itu dilakukannya untuk menghindari perang saudara yang lebih besar dan menambahkan ia akan melakukannya lagi.

Dalam penjelasan kesaksian panjang lebar di pengadilan hari Selasa Breivik mengatakan, ia melakukannya untuk membela negaranya dengan meledakkan bom mobil di Oslo dan melakukan pembantaian masal di perkemahan pemuda yang diselenggarakan oleh Partai Buruh di Pulau Utoya di luar ibukota tanggal 22 Juli.

Delapan orang tewas dalam serangan bom di Oslo itu dan 69 orang ditembak mati di perkemahan pemuda itu.

Dalam kesaksiannya, Breivik yang berusia 33 tahun membandingkan sayap pemuda partai Buruh itu dengan pemuda Hitler dengan mengatakan kamp itu adalah untuk indoktrinasi.

Ia mengatakan kepada pengadilan itu bahwa ia “melancarkan serangan politik yang paling canggih dan spektakuler di Eropa sejak Perang Dunia ke 2.

Kesaksian Breivik yang akan disampaikan selama lima hari mendatang, tidak akan disiarkan karena keprihatinan ia akan menggunakannya untuk menyebarkan propaganda bagi perjuangannya. Pengadilan itu dijadwalkan berlangsung sampai 10 minggu.
Persidangan hari Selasa ditunda sejenak setelah seorang diantara dari lima hakim yang menyidangkan kasus itu dikeluarkan karena memasang pesan di situs internet sehari setelah pembunuhan itu yang mengusulkan Breivik harus dijatuhi hukuman mati.

Norwegia tidak memberlakukan hukuman mati. Tapi Breivik bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup atau di Rumah Sakit Jiwa.